Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 22.4 ° C

KPU dan Pasangan Calon Sepakati Moderator Debat Kedua Pilpres 2019

Muhammad Irfan
PETUGAS melakukan pengecekan kualitas surat suara Pilpres 2019 saat pencetakan surat suara di Jakarta, Minggu, 20 Januari 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memproduksi surat suara Pilpres untuk kebutuhan Pemilu 2019, sebanyak 187.975.930 lembar surat suara. */ANTARA
PETUGAS melakukan pengecekan kualitas surat suara Pilpres 2019 saat pencetakan surat suara di Jakarta, Minggu, 20 Januari 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi memproduksi surat suara Pilpres untuk kebutuhan Pemilu 2019, sebanyak 187.975.930 lembar surat suara. */ANTARA

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia bersama masing-masing tim dari dua kandidat Calon Presiden dan Wakil Presiden terus mengolah format dan sejumlah persiapan untuk penyelenggaraan debat kandidat kedua 17 Februari 2019 nanti.

Salah satu yang kini telah disepakati adalah dua moderator yang akan memandu debat yakni Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki. Keduanya dikenal sebagai presenter televisi.

Menurut Ketua KPU Arief Budiman, dipilihnya kedua nama ini setelah KPU bersama tim mempertimbangkan sejumlah nama yang akan menjadi moderator debat kedua. Setelah dibahas dalam beberapa kali rapat, Tommy dan Anisha pun disepakati oleh kedua belah pihak.

"Kami tetap menggunakan pola dua moderator. Untuk debat kedua ini disepakati pertama Tommy Tjokro dan kedua Anisha Dhasuki," kata Arief saat rapat koordinasi teknis pelaksanaan debat Capres Kedua di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat, 25 Januari 2019.

Penunjukkan keduanya juga sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengharuskan penentuan moderator disepakati oleh KPU dan tim pasangan calon. Hal ini dia katakan untuk menampik anggapan ada sebagian nama calon moderator yang dicoret karena independensinya yang dipertanyakan.

"KPU menetapkan moderator debat dan sudah dapat persetujuan masing-masing paslon," kata Arief.

Meski demikian, Arief masih menunggu persetujuan keduanya untuk ambil bagian dalam debat tersebut. Jika keduanya menolak masih dimungkinkan untuk mencari penggantinya. "Kalau bersedia, ya jalan, kalau tidak bersedia maka batal," kata Arief.

Selain moderator KPU juga sudah menunjuk panelis yang akan merumuskan materi debat. Meski begitu, KPU belum mau membocorkan detil nama tim panel tersebut. Adapun tema yang akan dibahas mencakup pada energi, pangan, SDM, lingkungan hidup, dan infrastrukur.***

Bagikan: