Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 27.5 ° C

Pengacara Abu Bakar Ba'asyir Tagih Janji Yusril Soal Pembebasan

Tim Pikiran Rakyat
WARTAWAN mencegat anak Abu Bakar Ba'asyir di depan pintu masuk LP Gunung Sindur. Ia bersama pengacara Mahendradatta mendatangi LP Gunung Sindur untuk menemui Abu Bakar Ba'asyir/IRWAN NATSIR/PR
WARTAWAN mencegat anak Abu Bakar Ba'asyir di depan pintu masuk LP Gunung Sindur. Ia bersama pengacara Mahendradatta mendatangi LP Gunung Sindur untuk menemui Abu Bakar Ba'asyir/IRWAN NATSIR/PR

CIBINONG, (PR).- Rencana pembebasan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir sampai Rabu 23 Januari 2019 pukul 15.00 wib belum ada kepastian. Sehingga pengacaranya mempertanyakan janji pembebasan tanpa syarat yang pernah disampaikan pengacara Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra. 

Hal itu disampaikan pengacara Abu Bakar Ba'asyir, Mahendradatta dan Achmad Michdan usai bertemu dg Abu Bakar Ba'asyir di LP Gunung Sindur, Kab Bogor.

Menurut dia, janji pembebasan ustaz Abu Bakar Ba'asyir disampaikan oleh Yusril Ihza Mahendra yang datang dan bertemu dengan langsung dengan Abu Bakar Ba'asyir hari Jumat 18 Januari 2019. "Jadi kita akan tagih janji pembebasan tersebut," ujar Mahendradatta.

Karena waktu itu dijanjikan akan bebas tanpa syarat tentu Ustaz Abu Bakar Ba'asyir senang menerima. Namun saat ini dia bingung dan tidak banyak bicara. Sebab di LP ia tenang tenang saja di dalam dan tengah diurus oleh pengacara TPM tentang pembebasannya terutama negosiasi mengenai kenapa di UU tidak ada syarat utk bebas, lalu sekarang muncul syarat di PP 99 tahun 2012 yang menyatakan ada syarat. Maka hal ini dipertanyakan sebab Abu Bakar Ba'asyir menjadi narapidana tahun 2011.

Dalam kondisi seperti itu tiba tiba datang Yusril Ihza Mahendra yang mengaku pengacara Joko Widodo-Makruf Amin menyatakan kepada Abu Bakar Ba'asyir bahwa presiden setuju bebas tanpa syarat.

Mendengar hal itu Abu Bakar Ba'asyir menanyakan apa benar tanpa syarat. Dijawab Yusril memang tanpa syarat. "Jadi Abu Bakar Ba'asyir mau bebas tanpa syarat dan itu disampaikan kepada Yusril. Dan perlu digaris bawahi bahwa ustaz Abu Bakar Ba'asyir tidak pernah minta kepada presiden dan Pak Yusril untuk bebas tanpa syarat melainkan dijanjikan bebas tanpa syarat," kata Mahendradatta.

Urus bebas sejak 2016

Sikap Abu Bakar jelas, kata dia, kalau bebas tanpa syarat Alhamdulillah karena itu kehendak Allah. Dan kalau tidak bebas juga tidak apa-apa karena itu juga kehendak Allah.

"Yang disampaikan ustaz Abu Bakar Ba'asyir kepada saya adalah janji adalah janji, " ujar Mahendra

Kalau sekarang pembebasan jadi persyaratan tentu jadi persoalan. Apalagi digembar-gemborkan harus tanda tangan, Pancasila dan anti Pancasila hal itu tidak pernah terpikirkan oleh Abu Bakar Ba'asyir sebelumnya.

Menjawab pertanyaan kenapa Abu Bakar Ba'asyir dijanjikan bebas tanpa syarat, kata Mahendradatta silakan tanyakan kepada orang yang menjanjikan nya.

Kata Mahendradatta sejak tahun 2016 pihaknya sudah mengurus tentang menjadi tahanan rumah karena faktor kesehatan Abu Bakar Ba'asyir dan bisa berkumpul dengan keluarga. Hal ini dilanjutkan tahun 2017 tapi sama sekali tidak mendapat tanggapan. Lalu tiba tiba muncul peraturan yang menyatakan bebas dengan bersyarat. Hal ini yang sedang pengacara mempelajari nya. Sebab dulu tidak ada syarat kini muncul ada syarat. 

"Kami pengacara Abu Bakar sedang mengurus hal ini secara senyap. Masalah sedang dikaji seperti kenapa di UU tanpa syarat lalu di peraturan menteri nya ada syarat. Lalu akan dikaji kapan peraturan itu keluar dan berlaku serta dikaitkan dengan waktu penahanan Abu Bakar Ba'asyir.

Sementara Achmad Michdan mengatakan terkait kasus terorisme memang ada kaitannya dengan dunia internasional. Tapi karena ini janji yang disampaikan kepada Abu Bakar Ba'asyir maka ini yang kita janji tersebut.

Katanya, sudah menghubungi Yusril Ihza Mahendra Rabu pagi dan jawaban Yusril bahwa ia akan bertemu presiden Joko Widodo.

"Kalau janji itu dikabulkan tentu itu yg kita harapkan dan nanti akan berkoordinasi dengan keluarga Abu Bakar Ba'asyir terkait dengan kesehatannya dan juga akan berikan arahan jangan sampai masalah Abu Bakar diplintir untuk hal hal lain," ujar dia.

Abu Bakar Ba'asyir tidak kecewa sampai hari ini belum dibebaskan. Karena beliau siap menerima apapun keadaannya. 

Rencana pembebasan Abu Bakar Ba'asyir yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara dalam kasus terorisme dan telah menjalani masa tahanan 9 tahun muncul setelah Yusril Ihza Mahendra mendatanginya ke LP Gunung Sindur Jumat pekan lalu.

Bebas tanpa syarat jadi dengan syarat

Usai pernyataan bebas tanpa syarat tersebut berkembang masalah ini dan menjadi perbahasan berbagai pihak terutama instansi pemerintah yang terkait seperti Menkopolhukam dan pihak lainnya. Lalu muncul pernyataan bahwa Abu Bakar Ba'asyir bisa bebas tapi dengan syarat.

Dengan berkembangnya masalah rencana pembebasan ini, semula berkembang informasi bahwa Rabu kemarin Abu Bakar Ba'asyir akan dibebaskan ternyata sampai sorenya belum ada informasi pembebasan tersebut.

Sementara Kepala LP Gunung Sindur Sopiana mengatakan soal pembebasan Abu Bakar Ba'asyir masih menunggu konfirmasi dari pimpinan. "Saya masih menunggu konfirmasi dari pimpinan masalah pembebasan ini. Sampai sekarang saya belum tahu soal pembebasan karena masih menunggu konfirmasi," ujarnya. 

Kemarin keluarga Abu Bakar Ba'asyir juga datang ke LP seperti anaknya Abdurrahim. Namun dia sama sekali tidak mau berkomentar tentang masalah pembebasan yang belum ada kepastian kapan dilaksanakan.(Irwan Natsir)***

Bagikan: