Pikiran Rakyat
USD Jual 14.210,00 Beli 13.910,00 | Berawan, 20 ° C

Hujan dan Angin Kencang Landa Empat Kabupaten di Jawa Tengah, Dua Warga Meninggal

Eviyanti
ILUSTRASI badai.*/AFP
ILUSTRASI badai.*/AFP

CILACAP, (PR).- Hujan deras dan angin kencang sepanjang Rabu, 23 Januari 2019 dini hari hingga pagi melanda empat kabupaten di Jawa Tengah bagian selatan. Keempatnya adalah Kabupaten Cilacap, Banyumas, Banjarnegara dan Purbalingga. Kondisi ini menyebabkan dua orang meninggal, dua terluka berat, dan dua orang terluka ringan. Korban meninggal tertimpa pohon dan baliho gambar calon legislatif yang tumbang akibat angin kencang. 

Angin kencang juga meninggalkan banyak kerusakan, seperti kerusakan pada ladang kentang dan pohon tumbang yang menyebabkan belasan rumah rusak. Kerusakan tersebar di sejumlah titik.

Dua korban meninggal adalah Muhamad Ashar Syafsudin (42) warga Kelurahan Tambakreja, Kecamatan Cilacap Selatan dan Khonsum (58) warga Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. 

Ashar yang juga Ketua Mejelis Pendidikan dan Kader PDM meninggal akibat kejatuhan dahan pohon asem belanda usai mengantar keponakannya ke sekolah. Dalam perjalanan pulang saat melintas Kelurahan Gunungsimping, Kecamatan Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, sekitar pukul 6.30, dahan pohon asem belanda ambruk dan menimpanya, dia meninggal di tempat kejadian.

Pohon berdiameter 60 sentimeter itu juga menimpa dua unit sepeda motor dan menyebabkan Pasha Rafi, siswa kelas 3 SD Gunung Simping 01 mengalami luka parah. Sedangkan dua orang lainnya hanya luka ringan. Sedang dua sepeda motor yang mereka tumpangi mengalami ringsek.

Korban meninggal lainnya, Khonsum meninggal setelah tertimpa baliho gambar calon anggota legislatif. Baliho jatuh akibat tertiup angin kencang. Korban mengalami luka di bagian dahi, "Luka di bagian dahi sepanjang 15 sentimeter, luka mengakibatkan korban meninggal di tempat. Saat ini korban sudah dibawa pulang ke rumah duka untuk dimakamkan oleh keluarga," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Banjarnegara, Arif Rahman.

Peristiwa terjadi ketika  korban sedang mengendarai sepeda motor berboncengan dengan Peni (45) dalam perjalanan pulang. Angin kencang menyebabkan sebuah baliho caleg roboh dan menimpa  pengendara sepeda motor tersebut. Khonsum langsung tersungkur dan meninggal di tempat kejadian.***

Bagikan: