Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Umumnya berawan, 27.5 ° C

Perahu Eretan Terbalik di Ciujung, Dua Penumpang Dilaporkan Hanyut

Tim Pikiran Rakyat
SUASANA pencarian terhadap korban dalam peristiwa terbaliknya perahu eretan di Kabupaten Serang, Banten.*/DINDIN HASANUDIN/KB
SUASANA pencarian terhadap korban dalam peristiwa terbaliknya perahu eretan di Kabupaten Serang, Banten.*/DINDIN HASANUDIN/KB

SERANG,(PR).- Perahu eretan terbalik di aliran Sungai Ciujung, Kabupaten Serang, Selasa 22 Januari 2019, sekitar pukul 06.30 WIB. Lokasi terbaliknya perahu ini berada di antara Kampung Turun Balas, Desa Katulisan, Kecamatan Cikeusal dan Kampung Saninten, Desa Malabar, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang.

Akibat peristiwa itu, belasan kendaraan roda dua dan dua orang penumpang hanyut terbawa arus. Pihak berwenang saat ini dilaporkan tengah melakukan pencarian. Pantauan “KB” di lokasi, tampak tim pencari yang terdiri dari BPBD Kabupaten Serang, Basarnas, Polsek dan Koramil serta warga sekitar sedang melakukan pencarian.

Pencarian cukup sulit karena aliran sungai cukup deras akibat intensitas hujan semalam yang tinggi. Sedangkan beberapa korban selamat sudah di bawa ke puskesmas setempat.

Linmas Desa Bantar Panjang, Kecamatan Cikeusal Suradi mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Sebelumnya sekitar pukul 6.00 WIB, perahu sudah menyeberangkan muatan pertama dan berhasil selamat.

"Pas penyebrangan pertama selamat, tapi yang kedua pas sudah mau dekat pinggiran kena arus kencang. Perahu langsung terbalik," ujar Suradi kepada Kabar-Banten.com di lokasi.

Kelebihan muatan

Berdasarkan informasi, kata dia, dalam perahu itu ada 15-17 kendaraan. Sedangkan penumpang belum diketahui jumlahnya. "Katanya yang penumpang cewe selamat semua, tapi ada dua orang laki-laki yang belum ketemu. Mungkin kalau yang cewe terpental pas terjangan air," ujarnya.

Warga lainnya, Dadi Suwardi mengaku sempat menyebrang pada tarikan pertama sekitar pukul 06.00 pagi. "Alhamdulillah saya selamat pas nyebrang pertama," ujarnya.

Dadi mengatakan, saat ia menyebrang air di gardu penyebrangan masih belum meluap. Namun arus sudah sangat deras. Ia menduga, perahu itu terbalik karena kelebihan muatan. Sebab saat ia menyebrang, penumpang di batasi hanya 10 motor saja.

"Nah pas kedua kalinya ada 16-17 motor. Di tengah perahu kena sampah banyak dan terbalik," tuturnya. (Dindin Hasanudin)***

 

Bagikan: