Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Berawan, 22.4 ° C

Curhat ke Jokowi, Pembudidaya Ikan di Waduk Jatiluhur Minta Legalitas

Muhammad Ashari
KERAMBA jaring apung di Waduk Jatiluhur.*
KERAMBA jaring apung di Waduk Jatiluhur.*

JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dengan perwakilan para nelayan di Istana Negara, Selasa 22 Januari 2019. Di sela-sela silaturahmi itu, seorang pembudidaya ikan dari Purwakarta curhat tentang keinginannya supaya kegiatan budidaya ikan di Waduk Jatiluhur diberikan legalitas. 

Pembudidaya ikan yang curhat kepada Jokowi itu adalah Luthfi Bamala. Ia juga merupakan dewan penasehat Paguyuban Penambak Ikan di Purwakarta. Luthfi awalnya bercerita tentang konflik yang terjadi di Waduk Jatiluhur ketika pemerintah daerah berupaya menertibkan kolam jaring apung yang ada di sana. Konflik itu terjadi pada periode tahun 2018. 

Ribuan penambak ikan di Jatiluhur sampai demonstrasi ke DPR RI sekitar Oktober 2018. Hasilnya, penertiban KJA di Jatiluhur akhirnya ditunda. Namun, kepada Jokowi, Luthfi mengharapkan bila kegiatan pembudidayaan ikan di KJA diberikan legalitas. 

"Alhamdulillah dengan dibantu oleh DPRD Purwakarta, kami sama-sama sampaikan aspirasi (ke DPR RI). Dan Alhamdulillah, penertiban itu ditunda. Tapi, kami mewakili seluruh petani jaring apung datang ke istana berharap izin atau legalitas," tuturnya. 

Ia mengatakan, kini pembudidaya ikan di Jatiluhur masih gelisah dengan persoalan penertiban itu. Bekerja seperti biasa, dikatakannya, kini sudah tidak nyaman lagi. "Di sana masih banyak petambak kecil yang memang kekurangan modal. Tapi, boro-boro modal, memikirkan aman, tenang dan nyaman saja susah," ujarnya.***

Bagikan: