Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Pilpres 2019, Iluni UI Dorong Capres Adu Gagasan

Satrio Widianto
ILUNI UI mendorong pasangan calon presiden (capres) menampilkan program dan gagasan yang baik untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat selama lima tahun ke depan.*/SATRIO WIDIANTO/PR
ILUNI UI mendorong pasangan calon presiden (capres) menampilkan program dan gagasan yang baik untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat selama lima tahun ke depan.*/SATRIO WIDIANTO/PR

JAKARTA, (PR).- Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI), mendorong pasangan calon presiden (capres) menampilkan program dan gagasan yang baik untuk kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat selama lima tahun ke depan. Dorongan itu muncul menjelang debat kedua capres di Pilpres 2019.

Program dan gagasan yang baik dapat disampaikan lewat debat terbuka  masing-masing pasangan capres maupun lewat anggota tim kampanyenya. "Pasangan capres maupun tim kampanye dapat mengkritisi program dan gagasan yang disampaikan capres lainnya," ujar salah satu Ketua Iluni UI Tommy Suryatama di Jakarta, Senin 21 Januari 2019.

Sebagai organisasi yang menjadi wadah alumni perguruan tinggi terkemuka nasional, Iluni UI selama tiga bulan ke depan akan menjadi fasilitator bagi capres maupun tim kampanye atau tim suksesnya, untuk menyampaikan gagasan-gagasan dan program-program andalannya  kepada masyarakat lewat  "Seri Diskusi Pilpres Berkualitas”. Diskusi bertujuan agar Pesta Demokrasi 2019 menjadi ajang adu gagasan yang subtantif tentang berbagai tantangan strategis bangsa.  

Seri Diskusi Pilpres pertama dihadiri pengurus, juga anggota masyarakat umum secara terbatas dan perwakilan anggota tim kampanye masing-masing capres. Acara diskusi diadakan di ruang rapat rektorat UI Salemba Jakarta.

Hadir Ketua Policy Centre Iluni UI yang juga Direktur Program Indef Berli Martawardaya dan sekretaris Jenderal m Andre Rahadian. “Dalam tiga bulan ke depan, Iluni UI akan secara rutin setiap minggu menyelenggarakan diskusi membahas topik-topik strategis dengan mengundang para pakar, praktisi, tokoh masyarakat serta tim sukses kedua Capres. Harapannya, Iluni UI menjadi pemantik demokrasi yang aktip tapi guyub dengan adu gagasan dan tawaran solusi sehingga bangsa Indonesia naik kelas setelah pemilu 2019 selesai,” kata Tommy Suryatama. 

Isu lingkungan

Dijelaskan Tommy, topik yang diambil pada diskusi perdana dari rangkaian Diskusi Pilpres Berkualitas 2019 adalah  “Tantangan Paris Climate Accord dan UN Climate Conference 24 pada Model Pembangunan Indonesia”. Dalam diskusi pedana tersebut, Iluni UI bekerjasama dengan Perhimpunan Cendekiawan Lingkungan Indonesia (Perwaku), yang memiliki kompetensi kuat dan pengalaman panjang di bidang lingkungan.

Acara yang dipandu moderator Berly Martawardaya itu menghadirkan pembicara Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Ruandha Agung Sugardiman, anggota Tim Kapanye Nasional (TKN) Jokowi–Ma’ruf Agus Sari, anggota tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Harryadin Mahardika, Regional Climate and Energy Campaign Coordinator Greenpeace Tata Mutasya, dan peneliti Pusat Kajian Perubahan Iklim (RCCC) UI yang juga pengurus Perwaku Sonny Mumbunan

Menurut Tata Mutasya, pemerintah dan pemimpin negara ke depan perlu menyoroti sektor kehutanan dan energi sebagai penyumbang emisi terbesar di Indonesia, dan tantangan besar Indonesia dalam menerapkan kesepakatan Paris. Pemerintah perlu akselerasi Energi Baru dan Terbarukan dan mewujudkan demokratisasi energi guna menurunkan emisi secara signifikan.

Sepakat dengan Tata Mutasya, peneliti  RCCC UI Sonny Mumbunan menyatakan komitmen mempertahankan peningkatan suhu bumi tidak melebihi 2 derajat Celcius sesuai Kesepakatan Paris, akan mencegah tingkat kematian prematur warga Jakarta sebesar 1,6 juta penduduk pada kurun waktu 2020-2100. Sonny juga menekankan, studi ilmiah menemukan bila suhu meningkat melebihi 2 derahat C maka pertumbuhan ekonomi akan terpotong 1 persen.

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ruandha Agung Sugardiman, menyampaikan, pemerintah telah memiliki cetak biru National Determmined Contribution (NDC), yang tertuang dalam Bab 8 Rancangan Teknokrat Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN)  2020-2024 tentang Membangun Lingkungan Hidup, Meningkatkan Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim.

Sebagai upaya mengurangi emisi  sektor kehutanan yang menjadi kontributor terbesar (17%).  “KLHK fokus pada lima upaya: mengurangi deforestasi, mengurangi degradasi hutan, optimalisasi peran konservasi, pengelolaan hutan lestari dan peningkatan cadangan karbon hutan,” ujar Ruandha.

Anggota TKN Jokow-Ma’ruf Agus Sari menyampaikan, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf nantinya akan berfokus pada peningkatan target penggunaan energi terbarukan sebesar 23 persen pada 2025 dan 31 persen pada 2050.  Selain itu juga pada optimalisasi sistem transportasi yang berkelanjutan. 

“Kami juga akan fokus pada  pengembangan sistem kendaraan umum (transportasi publik)  dan transportasi publik yang berbasis pada rel, pengurangan kerusakan hutan dan pengembangan mekanisme penilaian dan perdagangan aset karbon, “ ucap Agus Sari.

Sedangkan Tim BPN Prabowo Sandiaga Uno Harryadin Mahardika, mengajukan solusi berupa Program Aksi, di antaranya Penguatan KPK untuk berfokus pada pemberantasan korupsi sektor lingkungan reformasi birokrasi Lingkungan Hidup, pengendalian pemberian izin baru seperti alih fungsi lahan, tambak dan reklamasi.  

Program lainnya adalah  diversifikasi energi seperti konversi bahan bakar minyak (BBM) menjadi duel fuel dan energi baru dan terbarukan sebagai sumber energi listrik. "Tidak kalah penting adalah pengenaan carbon tax yang akan mengenakan pajak pada BBM untuk efisiensi penggunaan BBM,”  tutur Harryadin yang merupakan mantan Direktur program Magister Manajemen Universitas Indonesia.***

Bagikan: