Pikiran Rakyat
USD Jual 14.243,00 Beli 13.943,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

Debat Capres Edisi Kedua, Prabowo Diharapkan Tampil Lebih Agresif

Muhammad Irfan
CAPRES nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dipijat pasangan cawapresnya Sandiaga Uno saat jeda Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.*/ANTARA
CAPRES nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dipijat pasangan cawapresnya Sandiaga Uno saat jeda Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Pakar Komunikasi Universitas Indonesia Eman Sulaiman menyarankan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk tampil lebih ofensif di debat kandidat kedua yang akan digelar pada 17 Februari 2019 nanti. Menurut Eman hal ini dilakukan untuk mengimbangi gaya debat pesaingnya yakni Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang tampil menyerang.

Seperti diketahui, dalam debat perdana 17 Januari 2019 lalu, Jokowi mempertanyakan sejumlah pertanyaan yang menohok kepada Prabowo. Seperti masalah komitmen pemberantasan korupsi maupun berita tentang Ratna Sarumpaet yang sempat viral.

“Ini kesempatan terakhir bagi pak Prabowo (mencalonkan Presiden). Sebagai penantang harus aktif, menang KO bukan menang angka, jangan defensif,” kata Eman dalam diskusi Pojok Jubir di Prabowo-Sandi Media Center, Jakarta, Senin 21 Januari 2019.

Eman menilai, kubu Prabowo bisa menguliti kelemahan program yang selama ini sudah dijalankan oleh petahana. Atau akan lebih baik lagi jika merunut janji-janji Jokowi yang gagal terpenuhi di empat tahun masa jabatannya sebagai Presiden RI. Dari situ Prabowo hendaknya menawarkan solusi yang akan dia jalankan jika nanti terpilih sebagai Presiden.

“Masih ada swing voters, mereka adalah pemilih pemula dan pengusaha. Mungkin di 2014 mereka memihak ke petahana, tapi bisnis ternyata selama ini lesu. Ini yang ditunggu sama mereka, harus bisa lebih meyakinkan rakyat. Kalau pak Prabowo jadi presiden misalnya bisa memenuhi harapan rakyat. Bukan hanya untuk relawan dan tim kami tapi buat semua rakyat Indonesia terutama menengah ke bawah,” ucap dia.

Sementara dalam debat tersebut, kata Eman, Prabowo justru terlalu santun, elok dan terlalu menghargai petahana. Padahal harusnya oposisi yang lebih agresif dan melawan membuka keborokan dan kekurangan petahana selama empat tahun sehingga masyarakat tahu bahwa petahana harus diganti.

“Di tiga empat debat lagi pak Prabowo harus bisa menyampaikan kalau pemerintah ini gagal, sehingga harus diganti dan memberi solusi yang bisa mengentaskan masalah masyarakat,” ucap dia.

Sementara itu, Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dian Fatwa yang juga menjadi pembicara dalam acara diskusi menyebut kalau santunnya pembawaan Prabowo dengan tidak menyerang petahana secara pribadi adalah pembelajaran bagi semua. Adapun penyampaian Sandi dalam debat kemarin yang bergaya pencerita merupakan cara yang jitu.

"Kita semua belajar dari debat yang pertama walaupun kita juga kecewa, tapi di Asia ini ada persoalan saving face, dan pak Prabowo sadar itu, bahwa bagaimana dia tidak ingin menjatuhkan Pak Jokowi karena dia juga ingin menyelamatkan muka pak Jokowi," kata Diah.

Hal ini, kata Diah justru yang menjadi pembeda kedua tokoh tersebut. Dia pun mengaku pihaknya saat ini telah mempersiapkan strategi untuk debat selanjutnya yang akan dikeluarkan satu per satu.

"Ini yang membedakan kelas antara Pak Prabowo dan Pak Jokowi. Kami ingin menang dengan kebaikan. Dan Pak Prabowo punya kelas setinggi itu," kata dia.

Sementara pembicaa lain, Irfan Aulia seorang psikolog politik menilai di debat kemarin Jokowi sangat ingin mengambil momen dari seringnya stereotip pelanggar HAM yang sering disematkan kepada Prabowo. Meski demikian, Irfan menilai serangan Jokowi terlalu dini dikeluarkan.

“Apakah dia akan mengubah gayanya? tergantung respons publik. Debat ini menarik hati swing voters yang memilih di hari terakhir dan yang akan menang yang lari maraton ketimbang yang sprint,” ucap dia.***

Bagikan: