Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 15 ° C

Supermoon Pekan Ini, Gelombang Pasang Air Laut Bisa Setinggi 4 Meter

Eviyanti
DOK PR
DOK PR

CILACAP, (PR).- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi fenomena supermoon yang berlangsung antara 19-22 Januari 2019. Supermoon datang bersamaan dengan terjadinya gelombang tinggi maksimal 4 meter.

Hujan ekstrem pun mulai berlangsung di wilayah  Jawa Tengah bagian selatan. Curah hujan di atas 100 milimeter menyebabkan banjir dan longsor di Kabupaten Cilacap dan Kebumen.

Hujan ekstrem sejak tiga hari terakhir telah  memicu terjadinya  banjir dan tanah longsor.  

Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo, mengungkapkan bahwa curah hujan memang ekstrem. Khususnya selatan Jawa Tengah. 

“Curah hujan mencapai 204 milimeter (mm) terjadi di Kecamatan Adipala. Di Kecamatan Binangun tercatat 187 mm dan wilayah Cilacap Kota 135mm," kata Teguh, Jumat 18 Januari 2019.

Masyarakat di wilayah rawan bencana harus berhati-hati dan bersiaga terhadap kemungkinan bencana seperti yang telah terjadi di Cilacap dan Kebumen.

Dia juga meminta agar masyarakat mewaspadai mewaspadai fenomena Supermoon khsususnya wilayah pesisir selatan Cilacap hingga Daerah Istimewa Yogayakarta. Sebab saat ini di selatan Jateng hingga Yogyakarta sedang berlangsung gelombang tinggi mencapai maksimal  4 meter.    

"Gelombang tinggi ini berlangsung bersamaan dengan munculna fenomena "Supermoon" kondisi ini  bakal kemungkinan akan memicu terjadinya gelombang yang lebih tinggi ," kata Teguh.

Oleh karena itu BMKG menghimbau masyarakat di sekitar pesisir pantai tetap waspada dan siaga terhadap, kemungkinan  peningkatan pasang air laut maksimum. Dampak terburuknya  mengakibatkan terjadinya banjir ROB (genangan air laut di daratan).

DOK BPBD CILACAP

Siaga bencana

 Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy menyatakan bahwa Kabupaten Cilacap siaga bencana air pasang, tekait dengan  munculnya supermoon dan gelombang tinggi yang datang hampir bersamaan waktunya. 

"Ada 6 kecamatan yang kami waspadai karena lokasinya berhadapan langsung dengan laut selatan. Terhadap kemungkinan terjadinya banjir air pasang (rob), gelombang tinggi, angin kencang," kata Tri Komara.

Keenam kecamatan tersebut terdiri atas Cilacap Selatan, Cilacap Utara, Kesugihan, Adipala, Binangun, Nusawungu, dan Kampung Laut.

Mengenai  banjir dan longsor, Tri Komara mengatakan, hujan ekstrem menyebabkan bencana banjir dan longsor. "Longsor terjadi di beberapa titik di Kabupaten Cilacap," tuturnya.

Terakhir longsor menyebabkan ruas jalan penghubung antara kecamatan  Cimanggu dan Karangpucung tertutup longsor. "Jalan tidak bisa dilalalui kendaraan roda empat dan dua, karena licin," ucap dia.

Sementara banjir di  Desa Mujur Lor dan Gentasari, Kecamatan Kroya, mulai surut  setelah saluran air  tersumbat sampah dibersihkan.

Sementara untuk penanganan tanggul jebol yang menyebabkan banjir di Kecamatan Nusawungu, kata dia, akan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak dengan mendatangkan alat berat ke lokasi.***

Bagikan: