Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Sebagian cerah, 32.2 ° C

Mulai Diproduksi, KPU Ingin Pastikan Kualitas Surat Suara

Fani Ferdiansyah
PEKERJA menyortir lembaran cetakan contoh poster specimen surat suara sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) di percetakan Puji Syukur di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (16/1/2019). Menjelang pilpres, percetakan itu kebanjiran pesanan contoh surat suara sosialisasi KPU sebanyak 2.500 lembar.*/ANTARA
PEKERJA menyortir lembaran cetakan contoh poster specimen surat suara sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) di percetakan Puji Syukur di Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (16/1/2019). Menjelang pilpres, percetakan itu kebanjiran pesanan contoh surat suara sosialisasi KPU sebanyak 2.500 lembar.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Komisi Pemilihan Umum RI menargetkan produksi surat suara oleh perusahaan percetakan pemenang tender dimulai Sabtu 19 Januari 2019. Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, Jumat 18 Januari 2019 ini, pihaknya melakukan rapat koordinasi untuk membahas logistik pemungutan suara.

“Direncanakan Sabtu besok mulai produksi,” kata Arief.

Nantinya, KPU bersama Bawaslu RI akan melakukan pengawasan ke tiga titik perusahaan yang memproduksi surat suara, yakni di Jakarta, Makassar, dan Jawa Timur. Arief menekankan bahwa produksi logistik pemilu berbeda dengan pengadaan barang biasa.

Menurut dia, diperlukan pemantauan agar tidak terjadi produksi berlebihan, kemudian memastikan kertas surat suara yang cocok. Selain itu, warna pun harus dipastikan sesuai.

"Kualitasnya harus betul-betul dipastikan," ucapnya seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Di samping memastikan kualitas, KPU juga harus memastikan distribusi logistik pemilu tepat waktu dan sampai tempat tujuan dengan baik. "Kami ingin pihak-pihak mengetahui bahwa KPU mengerjakan seluruhnya secara transparan. KPU juga menempatkan petugas kepolisian dan petugas KPU di tempat produksi," ujarnya.

Dalam pengadaan logistik pemilu, KPU turut melibatkan Bawaslu, KPK, dan PPATK. Seperti diketahui, selain surat suara, KPU juga telah mempersiapkan kotak suara sebagai sarana penyimpanan.

Arief Budiman mengatakan, kotak suara Pemilu 2019 cukup kuat untuk diperlakukan sesuai dengan fungsinya sebagai kotak suara. "Kotak suara didesain untuk menjalankan fungsi sebagai kotak suara, bukan menjalankan fungsi untuk menahan api, bukan menjalankan fungsi untuk menahan banjir, bukan. Kalau kena banjir, direndam air jelas rusak, dibakar jelas terbakar," kata Arief.

Dia mengatakan kotak suara Pemilu 2019 terbuat dari karton kedap air. Definisi kedap air itu menurutnya adalah kotak suara yang tahan air dalam perlakuan normal.

Arief pun telah menunjukkan daya tahan kotak suara pemilu yang mampu menahan air ketika disemprot dengan air selang. Dia menegaskan fungsi kotak suara adalah untuk menyimpan dan mengamankan dokumen.

"Kotak ini didesain untuk menjalankan fungsi sebagai kotak suara, menyimpan dokumen, mengamankan dokumen, tidak jebol ketika diangkat, itu fungsi-fungsi kotak suara. Bukan kemudian kotak suara ditiduri kok jebol, ya jangan ditiduri 'wong' kotak suara didesain bukan untuk ditiduri," ujarnya.

Dia juga mengatakan KPU telah mengukur dan melakukan simulasi kekuatan kotak suara ketika sudah diisi dengan kertas suara. "Kami sudah menghitung surat suara pilpres beratnya sekian gram, dikalikan jumlah pemilih sekian, dikalikan jumlah formulir yang masuk, semua dihitung jumlahnya sekitar 1,8 Kg, sangat cukup, wong itu menahan 70 Kg aja cukup kok," kata dia.

Lebih jauh terkait adanya kotak suara yang rusak akibat bencana, Arief mengatakan pihaknya akan segera mengganti kotak suara tersebut secepat mungkin.***

 

Bagikan: