Pikiran Rakyat
USD Jual 14.235,00 Beli 13.935,00 | Berawan, 20.6 ° C

Jokowi-Ma’ruf Amin Rajai Percakapan di Media Sosial

Fani Ferdiansyah
CAPRES-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.*/ANTARA
CAPRES-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tiba untuk mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat pertama yang diikuti pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo dan Sandiaga Uno tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Survei media sosial PoliticaWave mengungkapkan bahwa Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI Joko Widodo/Ma'ruf Amin, mengungguli pasangan Prabowo Subianto/Sandiaga Uno dalam hal percakapan di media sosial. Pernyataan PoliticaWave ini berdasarkan pengamatan yang dilakukan selama proses debat perdana capres dan cawapres, Kamis 17 Januari 2019 malam.

"Secara keseluruhan, Pasangan Calon Nomor Urut 01 mendominasi percakapan netizen dengan jumlah percakapan sebesar 55 persen berbanding 45 persen," kata Yose Rizal selaku Founder of PoliticaWave dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat 18 Januari 2019.

Dalam percakapan tersebut, Yose Rizal juga menganalisis sentimen komentar netizen di media sosial terkait kedua paslon tersebut. Yose menyebut pasangan Jokowi/Ma'ruf meraup presentase sentimen positif sebesar 82 persen dan sentimen negatif sebesar 18 persen.

Sementara Pasangan Calon Nomor Urut 02 Prabowo/Sandi meraih 76 persen sentimen positif dan 24 persen sentimen negatif. Berdasarkan data yang diterima, pasangan Jokowi/Ma'ruf menguasai seluruh segmen dalam debat perdana.

Yose mengatakan bahwa pada saat segmen dua yang sedang membahas tema hukum dan HAM, Jokowi/Ma'ruf meraih sentimen posifif sebesar 88 persen. "Jokowi/Ma'ruf meraih percakapan positif terbesar di segmen dua dikarenakan pernyataan Jokowi terhadap Prabowo untuk tidak menuduh atau menyebarkan berita hoaks," ujar Yose Rizal seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Debat kedua capres dan cawapres akan berlangsung pada tanggal 17 Februari 2019. Masing-masing pasangan calon akan kembali memaparkan visi dan misi serta gagasannya untuk tema energi dan pangan, sumber daya alam (SDA), lingkungan hidup, dan infrastruktur.

PASANGAN capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan Ma'ruf Amin menjawab pertanyaan saat Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). Debat tersebut mengangkat tema Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme.*/ANTARA

Sekedar diketahui, debat pertama calon presiden dinilai gagal membeberkan gagasan yang orisinal dari tiap pasangan calon. Para calon hanya mengikuti pola yang disiapkan oleh timnya.

“Padahal kisi-kisi sudah diberikan kepada keduanya. Tapi gagasan-gagasan yang ditunggu para pemilih tidak keluar,” ucap Pengamat Politik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Idrus Affandi.

Idrus mencontohkan kurang pahamnya para calon ketika berbicara persoalan hak asasi manusia. Yang dibahas hanya yang berkaitan dengan hak mendapat pekerjaan. Padahal menurut Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), HAM itu terdiri dari hak hidup, hak beragama, hak berpendapat, dan hak mendapat pekerjaan.

“Saya mulai khawatir ketika calon presiden kita tidak memahami tentang HAM. Semua hanya berkutat dalam pelanggaran HAM di pekerjaan,” ujar Idrus.

Segi paparan visi misi, Idrus mengatakan tidak ada perbedaan dalam visi misi kedua pasangan calon. Keduanya masih memaparkan tentang hal-hal yang normatif.

“Tidak ada yang tersirat tentang mentalitas manusia. Soal penegakan hukum, yang muncul adalah sifat-sifat materialistis. Tidak ada yang menyentuh kualitas manusianya,” ucap Idrus.

Padahal berjalannya visi dan misi itu, kata Idrus, bergantung pada manusianya. Kedua pasangan calon tidak membahasnya. “Seolah-olah orang Indonesia itu bersifat materialistis semua,” ujar Idrus.***

 

Bagikan: