Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 23.8 ° C

Meninggal Dunia, Pakar Media Sosial Nukman Luthfie Dimakamkan di Kendal

Fani Ferdiansyah
PAKAR Media Sosial Nukman Luthfie.*/flickr
PAKAR Media Sosial Nukman Luthfie.*/flickr

JAKARTA, (PR).- Pakar media sosial Indonesia, Nukman Luthfie, meninggal dunia pada usia 54 tahun di Yogyakarta pada Sabtu 12 Januari 2019 malam. Melansir Kantor Berita Antara, Minggu 13 Januari 2019, informasi kepergian Nukman Luthfie diketahui melalui unggahan Alissa Wahid di media sosial Twitter, yang menyebutkan bahwa Nukman Luthfie meninggal dunia pada pukul 22.15 WIB.

"Innalillahi wa inna Ilaihi rajiuun. Telah berpulang ke RahmatuLlah, pakde @nukman sekitar pukul 22.15 WIB di Yogyakarta. Akan dimakamkan di Kendal. Lahul fatihahm," demikian cuitan Alissa Wahid, Sabtu malam.

Pakar kuliner Arie Parikesit juga mengucapkan bela sungkawa, kemudian mengonfirmasi bahwa Nukman Luthfie akan dimakamkan di Kendal, Jawa Tengah. "(Dimakamkan) di Kendal, Jawa Tengah mas," kata Arie Parikesit melalui pesan singkatnya.

Sejumlah tokoh juga mengucapkan turut berduka atas kepergian Nukman Luthfie yang kerap mengajak masyarakat Indonesia untuk berbuat positif di media sosial. "Pakde @nukman ... selamat jalan ya.. Semoga mendapat tempat yang selapang-lapangnya di sisiNya," tulis pakar menggambar dan media sosial Dwi Sasono yang akrab disapa Anto Motulz.

Nukman Luthfie merupakan salah satu tokoh media sosial di Indonesia. Sempat memulai karir sebagai jurnalis, ia kemudian mendalami dunia internet setelah menjadi direktur pemasaran di Agrakom.

Nukman kemudian mendirikan Virtual Consulting, kemudian kerap menjadi pembicara dalam acara-acara bertema internet di Indonesia. Beberapa waktu lalu, ia juga mengatakan bahwa media sosial dan media daring lainnya bisa menjadi sarana bela negara, terutama bagi kalangan anak muda.

Ia mengajak masyarakat untuk menyebar konten positif di media sosial, sebagai cara elegan untuk melawan propaganda kelompok radikal dan juga konten negatif lainnya, sekaligus menginspirasi orang lain.

Salah satu pesan Nukman Luthfie terkait sisi positif dan negatif media sosial ia tulis dalam cuitan di akun Twitter-nya pada 29 Desember 2018 lalu.

“Media sosial itu banyak manfaatnya, terutama untuk ekspresi diri. Di sisi lain, #sekadarmengingatkan, media sosial juga bisa berdampak negatif, terutama mengganggu waktu tidur yang bisa merusak produktivitas kita, takut ketinggalan info (#FOMO) dan perundungan (#bullying),” cuitnya di akun @nukman.***

Bagikan: