Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Sebagian cerah, 20.3 ° C

Gempa 5,0 Skala Richter Guncang Selat Sunda, Tak Berpotensi Tsunami

Siska Nirmala
SEORANG warga memungut kayu yang tercecer akibat tsunami Selat Sunda di pesisir pantai Kampung Neglasari, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, Jumat, 28 Desember 2018. Pada siang hari warga terdampak tsunami kembali ke pemukimannya untuk melakukan aktivitas sehari-hari, setelah hari mulai gelap mereka akan kembali ke pengungsian sebab masih trauma dengan gelombang air yang rentan naik kembali.*/ARIF HIDAYAH/PR
SEORANG warga memungut kayu yang tercecer akibat tsunami Selat Sunda di pesisir pantai Kampung Neglasari, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang, Pandeglang, Banten, Jumat, 28 Desember 2018. Pada siang hari warga terdampak tsunami kembali ke pemukimannya untuk melakukan aktivitas sehari-hari, setelah hari mulai gelap mereka akan kembali ke pengungsian sebab masih trauma dengan gelombang air yang rentan naik kembali.*/ARIF HIDAYAH/PR

JAKARTA, (PR).- Gempa bumi dengan kekuatan 5,0 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Samudera Hindia selatan Selat Sunda pada Sabtu, 12 Januari 2019, pukul 19.04 WIB, namun tidak berpotensi Tsunami.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 5,0 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 4.9," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Rahmat Triyono dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, 12 Januari 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.
 
Rahmat menjelaskan, gempa bumi terletak pada koordinat 6,85 Lintang Selatan dan 104,24 Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 158 kilometer arah selatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung pada kedalaman 53 kilometer.

Lebih lanjut, dia mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault).

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Liwa dalam skala intensitas II - III MMI. "Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami," ujarnya.

Hingga pukul 19.15 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Rahmat mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

BMKG juga memastikan, gempa beruntun yang terekam di Selat Sunda pada sejak 10 Januari 2019 tidak mengakibatkan kenaikan permukaan air laut yang signifikan sebagai indikasi tsunami di kawasan tersebut.***

Bagikan: