Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Sedikit awan, 22 ° C

Pilpres 2019, Capres-Cawapres Jangan Merespons Hal Remeh

Fani Ferdiansyah
PILPRES 2019.*/DOK. PR
PILPRES 2019.*/DOK. PR

PURWOKERTO, (PR).- Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden diingatkan untuk melakukan kampanye positif menjelang Pemilu dan Pilpres 2019. Pengamat Politik dari Universitas Jenderal Soedirman, Ahmad Sabiq, menjelaskan kampanye positif yang dilakukan pasangan calon akan mendidik pendukung untuk berpolitik secara substantif.

"Kampanye positif juga dapat mengajak para pendukungnya untuk tetap memperkuat persatuan, pertemanan, dan persaudaran," kata Ahmad, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Senin 7 Januari 2019.

Selain itu, kata dia, kampanye positif juga dapat mewujudkan situasi dan kondisi politik yang tetap kondusif selama masa kampanye Pemilu 2019. "Kampanye positif juga penting guna mewujudkan pemilu yang damai dan demokratis,” ujarnya.

Namun, tambahnya, jika dirasa perlu menyampaikan kampanye negatif, maka setiap pasangan capres dan cawapres wajib menggunakan informasi dan data yang akurat. “Jangan sampai menjurus kepada kampanye hitam alias fitnah," katanya.

Ahmad juga mengingatkan agar pasangan capres dan cawapres sebaiknya terus fokus pada isu-isu krusial yang sudah disusun. “Tidak perlu merespons hal yang remeh temeh. Misalkan, fokus saja pada kampanye mengenai upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran,” ucapnya.

Menurutnya Isu mengenai persoalan kemiskinan dan pengangguran masih perlu dijadikan fokus kampanye para pasangan calon.

Di tempat terpisah, Pakar Komunikasi Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio, meminta kepada pasangan capres dan cawapres untuk dapat mengontrol para relawan pendukungnya agar tidak mengeluarkan hoaks serta ujaran kebencian.

Menurut Hendri, relawan akan menurut pada pemimpinnya. Untuk itu, keinginan untuk menghindari hoaks ataupun ujaran kebencian harus muncul dari pemimpinnya terlebih dahulu.

"Para capres dan cawapres memang harus menyampaikan untuk tidak memberikan hoaks atau tidak mengeluarkan kebencian-kebencian," katanya di Jakarta, Jumat 4 Januari 2019.

Ia menilai di level Tim Kampanye Nasional (TKN) atau Badan Pemenangan Capres dan Cawapres sudah relatif bisa untuk mengontrol untuk tidak tidak mengeluarkan hoaks maupun ujaran kebencian.

Namun, kalau hal tersebut tidak diikuti para relawan atau para simpatisannya juga akan percuma. Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki akun media sosial, agar dapat bertanggung jawab atas akun yang dimilikinya sehingga tidak digunakan untuk hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.

"Memiliki akun media sosial itu sebenarnya tidak mudah, karena harus bisa mengontrol dan harus bisa memilah, kira-kira pesan-pesan apa saja yang bisa disampaikan atau tidak. Ini agar tidak menimbulkan kontroversi di kemudian hari. Ini yang harus diperhatikan para pemilik akun media sosial," ujar Hendri.***

Bagikan: