Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Pemerintah Gelontorkan Rp 1,1 Triliun untuk Perawatan Prasarana Kereta Api

Satrio Widianto
MENHUB Budi Karya Sumadi menyaksikan penandatanganan dua kontrak untuk memperkuat moda kereta api.*/SATRIO WIDIANTO/PR
MENHUB Budi Karya Sumadi menyaksikan penandatanganan dua kontrak untuk memperkuat moda kereta api.*/SATRIO WIDIANTO/PR

JAKARTA, (PR).- Pemerintah terus berupaya memperkuat moda kereta api (KA) agar masyarakat mau beralih dari kendaraan pribadi. Setelah kontrak Public Service Obligation (PSO) sebesar Rp 2,4 triliun, pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 183 miliar untuk KA Perintis dan anggaran sebesar Rp 1,1 triliun untuk Perawatan dan Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Milik Negara (IMO).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, hal ini juga untuk mewujudkan transportasi umum massal yang terjangkau dan dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. "Untuk menjaga kehandalan, keamanan dan keselamatan dari pengoperasian prasarana perkeretaapian, pemerintah menganggarkan melalui pembiayaan untuk pekerjaan perawatan dan pengoperasian prasarana perkeretaapian milik negara," kata Budi Karya Sumadi dalam siaran pers di Jakarta, Senin 7 Januari 2019.

Menhub mengatakan, anggaran yang dialokasikan untuk transportasi berbasis rel oleh pemerintah sangat besar. Untuk subsidi PSO Tahun 2019, anggaran yang disediakan adalah sebesar Rp 2,4 triliun.

Sedangkan untuk anggaran KA Perintis Tahun 2019, anggaran yang disediakan adalah sebesar Rp 183 miliar dan untuk anggaran Perawatan dan Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Milik Negara (IMO) sebesar Rp 1,1 triliun.

Melihat besaran anggaran yang dialokasikan, Budi Karya berharap agar anggaran ini dapat dimaksimalkan untuk perawatan berbagai prasarana perkeretaapian yang ada, guna operasional kereta api yang aman, lancar dan tentunya selamat.

Kontrak Perawatan dan Pengoperasian Prasarana Perkeretaapian Milik Negara (IMO) tahun 2019 dengan nilai Rp 1,1 triliun, bersumber dari APBN. Penandatanganan kontrak dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Peningkatan, Perawatan dan Fasilitas Perawatan Prasarana Perkeretaapian, Taufiq Hidayat dengan Direktur Keuangan PT KAI (Persero) Muhammad Nurul Fadhila.

Sedangkan, penandatanganan kontrak Angkutan KA Perintis dilaksanakan PPK Satuan Kerja Pengembangan Lalu Lintas dan Peningkatan Angkutan Kereta Api Aditya Yunianto dengan Direktur Keuangan PT KAI (Persero), Didiek Hartyanto. Untuk dengan anggaran  sebesar Rp 183 miliar. Penandatangan kontrak PSO sebesar Rp 2,4 triliun sudah ditandatangani pekan sebelumnya.***

Bagikan: