Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Sedikit awan, 22 ° C

Dua Kubu Tanggapi Polemik Hilangnya Penyampaian Visi dan Misi dalam Debat Pilpres 2019

Yusuf Wijanarko
Pilpres 2019.*/DOK. PR
Pilpres 2019.*/DOK. PR

JAKARTA, (PR).- Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, keputusan KPU yang membatalkan pemaparan visi dan misi pasangan calon presiden-wakil presiden menimbulkan kerugian bagi demokrasi Indonesia.

"Ini justru merugikan bagi kualitas demokrasi kita," kata Dahnil dalam diskusi bertajuk Pojok Jubir KPU Batal Sosialisasikan Visi Misi Paslon, Ada apa? di Media Center Prabowo- Sandiaga Uno, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin 7 Januari 2019.

Debat capres dan cawapres dijadwalkan pada tanggal 9 Januari 2019.

Menurut Dahnil, penyampaian visi dan misi tersebut, dapat meningkatkan kualitas demokrasi jika disampaikan secara langsung oleh pasangan calon.

"Masyarakat dapat mengeksplorasi secara langsung dan mendalami visi dan misi langsung dari capres dan cawapresnya," tuturnya.

Dahnil mengatakan bahwa Pasangan Prabowo-Sandiaga Uno sangat siap menyampaikan visi dan misi untuk menjawab tudingan yang selama ini dialamatkan kepada keduanya yang disebut banyak gimmick dan melemparkan pernyataan sensasional.

"Jadi, yang terbayang dari Pak Prabowo dan Bang Sandi, satu forum yang ada panelis dari universitas yang punya kompetensi dan keadilan, terus bisa menggali," katanya seperti dilaporkan Antara.

Menurut Dahnil, penyampaian visi dan misi tersebut bisa menjadi kesempatan bagi publik yang ingin mengetahui secara detail visi dan misi Prabowo-Sandiaga Uno karena tidak sedikit orang sangat ingin mengetahui lebih jauh tentang pasangan Prabowo- Sandiaga Uno.

Hal itu bisa dilihat dari animo masyarakat jika keduanya datang ke daerah. "Pak Prabowo merasa tertantang, ini lebih seru, nah ini ada kesempatan publik. Media itu melihat kompetensi dan harapan yang ditawarkan oleh calon," ucapnya.

Mantan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah itu mengatakan, "Itulah kenapa kemudian Mas Priyo dan kawan-kawan menyampaikan sebaiknya memang visi dan misi disampaikan langsung oleh capres dan cawapres. Nah, kemudian teman-teman TKN Jokowi-Ma'ruf Amin menolak hal itu," ujarnya.

Mencari saat tepat

Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin akan mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan visi, misi, dan program kepada masyarakat.

"TKN akan bertanya kepada KPU, penyampaian visi, misi dan program kepada masyarakat bisa tidak melalui televisi swasta? Kalau bisa, kami akan menyiapkan visi, misi dan program dalam beberapa bagian," kata Juru Bicara TKN Jokowi- Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Senin 7 Januari 2019.

Arya Sinulingga menjelaskan soal dibatalkannya pemaparan visi dan misi dari kedua pasangan capres-cawapres oleh KPU. KPU mempersiapkan pasangan capres-cawapres menyampaikan sendiri-sendiri visi, misi dan program, tanpa difasilitasi oleh KPU.

Arya menjelaskan solusi dari pembatalan penyampaian visi, misi, dan program dari kedua capres-cawapres oleh KPU. TKN Jokowi-Ma'ruf Amin akan mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan sendiri visi, misi, dan programnya.

"Kalau KPU membolehkan penyampaian visi dan misi langsung kepada masyarakat melalui televisi, kami akan menyampaikannya menjadi beberapa bagian dalam beberapa hari," katanya.

Berdasarkan Peraturan KPU, capres-cawapres maupun tim kampanye tidak diizinkan berkampanye di televisi sampai pada 21 hari hari pemungutan suara.

Soal teknis penyampaian visi, misi, dan program kepada masyarakat, Arya mengatakan, teknis hal itu masih dibicarakan.

Pada kesempatan tersebut, Arya juga menyatakan menyesalkan KPU membuat rapat tertutup membahas soal penyampaian visi dan misi, tetapi hasilnya dipublikasikan.***

Bagikan: