Pikiran Rakyat
USD Jual 14.311,00 Beli 14.011,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

45 Artis Terlibat di Jaringan Prostitusi Online Vanessa Angel, Tarif Mulai Rp 2 Jutaan

Fani Ferdiansyah
ARTIS berinisial VA (kedua kiri) berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan terkait kasus prostitusi daring di Gedung Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (6/1/2019). Polda Jatim memeriksa artis berinisial VA dan AS dan menetapkan tersangka kepada dua orang yang berperan sebagai mucikari berinisial ES (37) dan TN (28) asal Jakarta dalam kasus tersebut.*/ANTARA
ARTIS berinisial VA (kedua kiri) berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan terkait kasus prostitusi daring di Gedung Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (6/1/2019). Polda Jatim memeriksa artis berinisial VA dan AS dan menetapkan tersangka kepada dua orang yang berperan sebagai mucikari berinisial ES (37) dan TN (28) asal Jakarta dalam kasus tersebut.*/ANTARA

SURABAYA, (PR).- Polisi mengungkap jumlah artis dan model yang terlibat dalam bisnis prostitusi daring di Indonesia. Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan, menyebut mucikari berinisial ES dan TN mengendalikan 45 artis dan ratusan model di bisnis online tersebut.

"Bukan hanya dua, tapi ada 45 semuanya oknum artis yang terlibat langsung di bawah kendali dua mucikari ini dengan tugasnya masing-masing," kata Luki, saat menggelar konferensi pers di Mapolda Jatim, di Surabaya, Senin 7 Januari 2019.

Dia menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan, mucikari ES fokusnya 'memasarkan' artis bagi pria hidung belang. Sementara mucikari TN lebih fokus mempromosikan seratusan model yang dibawahinya.

"Model-model tersebut terdiri dari model majalah populer, model FHM, hingga model iklan," ucapnya seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Terkait nama-nama artis dan model yang terlibat, dia enggan mengungkapkannya. Yang pasti, lanjut Luki, pihaknya sudah memiliki foto-foto, nama-nama, dan bukti transaksi dari para artis dan model yang terlibat prostitusi online tersebut.

"Kita sudah punya foto-fotonya, sudah punya nama-namanya, sudah ada sebagian transaksinya," kata Luki.

Sedangkan untuk tarif yang dikenakan terhadap para artis dan model ini bervariasi, bergantung tingkat kepopuleran artis tersebut. Luki menyebut, bisnis ini memiliki jaringan yang cukup besar.

"Ada yang Rp 100 juta, ada yang Rp 80 juta, Rp 50 juta, dan yang paling kecil Rp 2 juta," kata Luki.

Berdasarkan keterangan, bisnis prostitusi daring yang melibatkan sejumlah artis dan model ini telah berlangsung selama kurang lebih dua tahun terakhir, atau sejak tahun 2017 lalu.

"Semua kota, bergantung sesuai pemesanannya, bahkan dari luar negeri juga," ujarnya lagi.

Sebelumnya, dua artis yang terlibat dalam prostitusi daring di Surabaya, Vanessa Angel dan Avriellia Shaqqila, bisa ditetapkan sebagai tersangka. Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan hal itu, kendati keduanya telah dilepaskan dan dikenakan wajib lapor.

"Jika ada temuan baru soal keduanya yang menggunakan tindakan prostitusi ini sebagai penghasilan utama, akan kami tetapkan tersangka," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera di Surabaya.

Menurut Barung, dari pemeriksaan awal selama ini, keduanya mendapatkan penghasilan bukan dari prostitusi, namun dari pekerjaan utamanya sebagai artis dan model. "Dari bukti yang ada keduanya masih mendapatkan penghasilan sebagai pemain sinetron, model dan lain-lainnya," ucapnya.***

Bagikan: