Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Umumnya berawan, 19 ° C

Tampil di Tanjung Lesung Saat Tsunami, Personel Seventeen Belum Ditemukan

Yusuf Wijanarko
ORANG hilang.*/DOK. PR
ORANG hilang.*/DOK. PR

SERANG, (PR).- Personel band Seventeen dikabar menjadi korban terjangan tsunami saat tampil di Tanjung Lesung Beach Resort, Sabtu 22 Desember 2018.

Informasi yang diperoleh Kabar Banten, Minggu 23 Desember 2018 menyebut, dua personel Seventeen dan seorang kru band tersebut masih belum ditemukan.

Sementara itu, Pegawai Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olah Raga) yang tengah melakukan pertemuan juga menjadi korban.

"Ada rombongan Kemenpora yang sedang menggelar pertemuan di Tanjung Lesung dan terdampak musibah. Rombongan berjumlah 50 orang, 1 orang meninggal dan beberapa orang mengalami cedera," kata Sesmenpora Gatot S Dewa Broto dalam keterangamnya di Jakarta, Minggu 23 Desember 2018.

Menurut dia, salah satu pegawai yang menjadi korban adalah Kepala Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kesehatan Olahraga Nasional Kemenpora Edi Nurinda.

"Anaknya Pak Wahyudi yang meninggal dunia," kata Gatot S Dewa Broto seperti dilaporkan Antara.

Siaran pers BNPB (Badan Nasional Penanggulanan Bencana) menyatakan, dampak tsunami dan gelombang tinggi yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan, dan Serang menyebabkan 43 orang meninggal.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data sementara hingga Minggu pukul 7.00 WIB menunjukkan tsunami dan gelombang tinggi telah menyebabkan 43 orang meninggal dunia dan 584 orang luka-luka.

Biduan dangdut

Dari pandeglang dilaporkan, tsunami pada Sabtu 22 Desember 2018 malam juga menyeret seorang biduan dangdut yang sedang tampil menghibur di lokasi wisata perairan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang.

"Biduan itu bernama Erna, warga DKI Jakarta," kata Arif, petugas Kepolisian Sektor Panimbang saat ditemui di Kantor Kecamatan Panimbang.

Ia mengatakan, jenazah sang biduan sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Berkah Pandeglang.

Akan tetapi, beberapa teman sang biduan belum ditemukan. Lukman, seorang warga DKI Jakarta, mengatakan, tiga temannya yang bertugas menjadi operator sistem suara dalam pertunjukan hiburan belum ditemukan.

Dia masih berusaha mencari informasi mengenai rekannya yang bernama Ridwan, Rizal, dan Maryadi. Dia berharap temannya selamat, tidak ikut terseret gelombang pasang.

Kawasan Tanjung Lesung hingga kini masih ditutup. Rombongan Gubernur Banten Wahidin Halim yang akan melihat kondisi Tanjung Lesung juga terpaksa memutar balik. "Kami belum berani melakukan evakuasi karena cuaca buruk juga hujan lebat," katanya.***

Bagikan: