Pikiran Rakyat
USD Jual 14.311,00 Beli 14.011,00 | Sedikit awan, 21.8 ° C

Penyeberangan Merak-Bakauheni Tetap Normal Usai Tsunami di Selat Sunda

Yusuf Wijanarko
PELABUHAN Merak.*/KABAR BANTEN
PELABUHAN Merak.*/KABAR BANTEN

SERANG, (PR).- PT ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) memastikan pelayanan penyeberangan Merak-Bakauheni sudah kembali normal setelah sempat terganggu akibat gelombang tinggi dan tsunami yang terjadi Sabtu 22 Desember 2018 pukul 21.30 WIB.

"Saat terjadi gelombang tinggi, kapal feri membutuhkan waktu untuk bermanuver saat bersandar, dampaknya terjadi keterlambatan pelayanan," kata Media Relation PT ASDP, Ellen Pirik, Minggu 23 Desember 2018 seperyti diberitakan Galameidanews.

Setelah dikabarkan terjadi gelombang tinggi, di kalangan penumpang kapal bermunculan berita-berita yang simpang-siur sehingga sempat menimbulkan kepanikan. Beberapa penumpang untuk menunda keberangkatan serta kembali ke daerah asalnya.

Ellen Pirik mengatakan, saat ini kondisi pelabuhan penyeberangan baik di Merak maupun Bakauheni sudah kembali normal serta siap memberikan pelayanan.

Menjelang libur Natal dan tahun baru, tercatat sudah 10.000 lebih  kendaraan berbagai jenis yang menyeberang melalui Pelabuhan Merak, sejak Jumat 21 Desember 2018 sampai Sabtu 22 Desember 2018 pukul 8.00 WIB.

Untuk memberikan pelayanan penumpang PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan 31 kapal dan 6 dermaga.

Pengelola pelabuhan sudah menyiapkan 58 kapal untuk mengangkut penumpang dari Jawa menuju Sumatera.

Gelombang pasang dan tsunami pada Sabtu 22 Desember 2018 malam sempat menganggu kelancaran aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak.

"Semalam, cuaca buruk memang sempat membuat aktivitas kapal tersendat sehingga penumpang kendaraan terpaksa harus menunggu di dermaga. Tapi pelayanan masih tetap berjalan," kata Humas ASDP Merak Fariz Rizki Roeswandim.

Sejumlah penumpang juga mengungkapkan, kapal-kapal yang akan bersandar di Pelabuhan Merak juga sempat bertahan di tengah laut karena air di sekitar Pelabuhan Merak sempat surut sehingga menyulitkan kapal yang akan melakukan aktivitas sandar. Demikian dilaporkan Antara.

Rini, salah seorang penumpang yang melakukan perjalanan dari Bakauheni, setibanya di Pelabuhan Merak mengaku kapal yang ditumpanginya terpaksa harus menunggu hingga tiga jam karena air surut dan badai yang sempat menerjang wilayah perairan sekitar pelabuhan.

"Sebenarnya kapal sampai pukul 22.30 WIB, tapi karena harus menunggu lama, kapal baru bisa bersandar sekira pukul 00.30 WIB karena airnya surut dan anginnya kencang," katanya.***

Bagikan: