Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Umumnya berawan, 26.7 ° C

Suara "Bom" Terdengar Saat Jalan Gubeng Surabaya Ambles

Fani Ferdiansyah
PETUGAS memeriksa tanah amblas di Kawasan Gubeng Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/12/2018). Petugas masih mencari kemungkinan adanya korban di lokasi jalan amblas yang diduga karena pembangunan gedung dikawasan tersebut.*/ANTARA
PETUGAS memeriksa tanah amblas di Kawasan Gubeng Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/12/2018). Petugas masih mencari kemungkinan adanya korban di lokasi jalan amblas yang diduga karena pembangunan gedung dikawasan tersebut.*/ANTARA

SURABAYA, (PR).- Jalan Raya Gubeng di Surabaya, Jawa Timur, ambles pada Selasa 18 Desember 2018, pukul 21.15 WIB. Dugaan awal, jalan itu ambles akibat pembangunan proyek yang sedang dikerjakan tepat di samping Rumah Sakit Siloam Surabaya atau di depan lokasi jalan yang ambles.

Peristiwa amblesnya jalan protokol itu menarik perhatian warga. Salah seorang dari mereka, bahkan mengira kejadian itu sebagai peristiwa gempa bumi.

"Saya berada di radius sekitar 400 meter dari lokasi kejadian. Semula saya mengira terjadi gempa bumi karena tanah tempat saya berdiri bergerak disertai suara 'bom' seperti ada bangunan yang ambruk," ujar Umar Hasan, saksi kejadian yang juga petugas Lintas Masyarakat (Linmas) Pemerintah Kota Surabaya, di Surabaya.

Dia adalah aparat yang pertama kali menghubungi Call Center 112 Pemerintah Kota Surabaya untuk meminta bantuan. "Kejadiannya sekitar pukul 21.15 WIB. Saya tiba di lokasi sekitar 15 menit kemudian dan langsung menghubungi Call Center 112," katanya, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, Rabu 19 Desember 2018.

Umar menggambarkan amblesnya Jalan Raya Gubeng disertai dengan listrik padam di area sekitarnya. "Termasuk Rumah Sakit Siloam yang berada di dekat lokasi amblesnya Jalan Raya Gubeng juga mati lampu. Sempat panik di dalam rumah sakit ini tadi. Dokternya sampai keluar semua," ujarnya.

Listrik di sekitar lokasi kejadian saat ini sudah normal. Jalan Raya Gubeng itu terlihat ambles sepanjang sekitar 100 meter, lebar 30 meter, dengan kedalaman 20 meter.

“Ada kendaraan backhoe dari lokasi proyek yang juga turut ambles," ucap Umar.

Belum diperoleh keterangan apakah terdapat korban jiwa dalam kejadian itu. Menurut Umar, saat ambles, lalu lintas di Jalan Raya Gubeng masih tergolong padat.

Hingga Rabu dini hari, di lokasi kejadian, tim rescue terlihat sedang mengupayakan evakuasi. Sejumlah pejabat hadir di lokasi kejadian, di antaranya Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Komisaris Besar Polisi Rudi Setiawan dan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Luki Hermawan.

Evakuasi

Sementara itu, sejumlah petugas dari berbagai unsur melakukan evakuasi atau memastikan proses pencarian korban atas amblesnya Jalan Gubeng ini.

"Hingga kini masih dilakukan pencairan korban. Barangkali ada korban. kalau tidak ada korban ya tetap jalan ini ditutup," kata relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Surabaya, Tri Suwandayono, di lokasi kejadian.

Sampai saat ini belum diketahui penyebab terjadinya jalan ambles itu.

"Kami belum tahu apakah ini karena proyek yang ada di sekitar atau tidak. Kami saat ini masih proses pencarian korban," katanya.

Salah satu satpam proyek Mitra Konstruksi Fery Wijaya, mengatakan ada tiga orang yang mengetahui saat jalan itu ambles. Ketika mendapati hal itu, mereka langsung menghalangi para pengendara agar tidak lewat jalan itu.

"Kalau menurut saya tidak ada korban, karena ketiga orang itu langsung menutup jalan," ujarnya.

Saat ditanya siapa tiga orang itu, Suwandayono mengaku tidak tahu. Ia memperkirakan ketiga orang petugas konstruksi di gedung Rumah Sakit Siloam Surabaya yang lokasinya dekat dengan tempat kejadian.

KONDISI tanah amblas di Kawasan Gubeng Surabaya, Jawa Timur, Selasa (18/12/2018). Petugas masih mencari kemungkinan adanya korban di lokasi jalan amblas yang diduga karena pembangunan gedung dikawasan tersebut.*/ANTARA

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas) Kota Surabaya Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa pihaknya juga belum bisa memastikan penyebab amblesnya Jalan Gubeng tersebut.

"Ini kami masih ngecek. Untuk saat ini kami belum bisa memberikan keterangan," kata Eddy.

Namun demikian, pihaknya menduga amblesnya jalan itu karena adanya pembangunan di dekat jalan tersebut. "Di sekitar itu kan ada pembangunan basement. Kemungkinan cara mengeruknya dengan menggunakan semprotan air sampai dalam sehingga membuat jalan ambles," katanya.***

Bagikan: