Pikiran Rakyat
USD Jual 14.260,00 Beli 14.162,00 | Sebagian cerah, 28 ° C

Dana yang Belum Terserap di Deputi IV Kemenpora Rp 479 Miliar

Wina Setyawatie
PINTU ruangan Asisten Deputi Olahraga Prestasi disegel oleh KPK di gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (19/12/2018). KPK mengamankan tiga pejabat Kemenpora dan KONI, menyegel tiga ruangan yakni Deputi IV, Asdep Orpres, ruang staf serta mengamankan barang bukti berupa uang Rp300 juta terkait kasus dugaan pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI.*/ANTARA
PINTU ruangan Asisten Deputi Olahraga Prestasi disegel oleh KPK di gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (19/12/2018). KPK mengamankan tiga pejabat Kemenpora dan KONI, menyegel tiga ruangan yakni Deputi IV, Asdep Orpres, ruang staf serta mengamankan barang bukti berupa uang Rp300 juta terkait kasus dugaan pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Berdasarkan data dari Kemenpora, dari anggaran Kemenpora 2018 yang terserap untuk program Deputi IV (Pembinaan Prestasi Olahraga) baru 82,4 persen. Masih ada dana yang belum terserap sebesar Rp 479 miliar.

Dari pertimbangan tersebut, maka disinyalir OTT tersebut terkait dengan pencairan cepat untuk penyaluran dana hibah KONI, mengingat dua hari lagi pembukuan anggaran Kemenpora akan ditutup. Berbicara fungsi inspektorat sebagai pengawas, Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto memastikan hal tersebut ada.

Bila sudah bisa dicairkan, maka menurutnya proposal tersebut sudah dianggap sesuai prosedural logikanya. 

"Inspektorat kami selalu mewanti-wanti, tolong lobang-lobang persoalan di mana saja. Tapi, dalam kasus ini kami belum tahu persoalan di mana. Meskipun saya sudah dapat info, saya tetap tidak mau andai-andai," ujarnya, Rabu 19 Desember 2018. 

Kendati ada masalah, namun Gatot memastikan jika semua proses yang sudah berjalan di Deputi IV, seperti penyelesaian LPJ Cabor, pengajuan proposal anggaran cabor untuk 2019 tidak akan berhenti. Semua tetap akan berjalan seperti biasanya dan dipastikannya tidak akan mengganggu persiapan untuk SEA Games 2019. 

Perkuat inspektorat

Selain lima pejabat Kemenpora, OTT KPK juga menangkap empat pejabat KONI yang disinyalir punya keterlibatan juga. Menpora Imam Nahrawi menambahkan, jika sampai kemarin pihaknya juga belum berkomukasi dengan pimpinan KONI. 

Imam Nahrawi mengaku pihaknya akan menyelidiki secara internal lebih dahulu untuk mencari dana hibah mana yang jadi masalah. Pihaknya akan melihat dari proses awal pengajuan proposal, verifikasi, hingga pencairannya seperti apa.

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi (tengah) berbincang bersama pejabat terkait usai memberikan keterangan kepada media tentang OTT yang dilakukan oleh KPK terkait dana hibah Kemenpora ke KONI, di gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (19/12/2018). Dalam keterangannya Imam Nahrawi meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan atlet di Indonesia atas terjadinya peristiwa itu dan menyerahkan seluruh proses hukumnya kepada KPK.*/ANTARA

Begitu ada pengumuman, pihaknya segera akan melakukan langkah cepat untuk memilih para pejabat pengganti untuk posisi yang ditinggalkan. 

"Hal itu menjadi krusial karena di deputi IV ada dana-dana prestasi olahraga. Tentu itu ada kaitannya dengan KONI," kata Imam Nahrawi.

Setelah ada putusan penetapan status dari KPK, maka pihaknya mengatakan akan sesegera melaporkan ke Presiden. Guna mengantisipasi kejadian yang sama untuk kali ketiga, pihaknya mengaku akan terus mengupayakan penguatan di institusi aparatur pemeriksa internal mereka. 

"Kami akan perkuat inspektorat, tim verifikasi, dan tidak berhenti untuk mendatangkan tim-tim pendampingi dari stakeholder terkait untuk mengingatkan rambu-rambu mana yang tidak boleh. Kami akan berupaya membuat perubahan di masa yang akan datang," ucapnya kemudian.***

 

 

Bagikan: