Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 24.4 ° C

Imam Nahrawi Kaget Lima Pejabat Kemenpora Terkena OTT KPK

Fani Ferdiansyah
MENPORA Imam Nahrawi.*/DOK PR
MENPORA Imam Nahrawi.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, mengaku kaget setelah mendengar kabar anak buahnya terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kendati demikian, Imam Nahrawi mengatakan bahwa dirinya belum menerima informasi lengkap terkait OTT di kementrian yang ia pimpin itu.

"Doakan semoga selalu dalam kebaikan dan lindungan Allah SWT. Saya kaget dengan info ini," kata Imam, saat dihubungi wartawan Kantor Berita Antara, Selasa 18 Desember 2018.

Imam Nahrawi menjelaskan ia sedang berada di luar kota. “Saya baru besok tiba di Jakarta,” ujarnya.

Ia pun berjanji akan menggelar konferensi pers mengenai masalah tersebut di kantornya pada Rabu 19 Desember 2018. Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan OTT yang dilakukan terhadap sejumlah pejabat Kemenpora itu terkait pencairan dana hibah.

"Diduga terjadi transaksi atau kickback terkait dengan pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia)," kata Agus Rahadrjo di Jakarta.

Setidaknya ada lima pejabat Kemenpora yang terjaring OTT KPK pada Selasa. Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Brata, menjelaskan pihaknya mendapat informasi mengenai OTT itu pada pukul 20.00 WIB.

“Saya dapat info, ada petugas KPK yang melakukan penggeledahan di sini dan membawa beberapa pejabat,” tutur Gatot S Dewa Brata.

Menurut Gatot, lima pejabat yang dibawa ini yaitu Deputi IV Olahraga Prestasi Kemenpora Mulyana, seorang pejabat pembuat komitmen (PPK), seorang bendahara yang merupakan eselon IV, dan 2 pejabat Kemenpora lainnya.

"Saya juga baru akan laporan ke Pak Menteri, casenya apa belum tahu," ujarnya.

KPK menurut Gatot juga menyegel 2 ruangan di Kemenpora. Menurutnya, tidak semua ruangan di kementrian itu disegel KPK.

"Ada ruangan ada yang disegel, tapi tidak semua yang di lantai III disegel, yang disegel itu ruangan Asdep Orpres (Asisten Deputi Olahraga Prestasi) dan ruangan Pak Deputi," ucap Gatot.

Menurut Gatot, KPK yang akan menjelaskan duduk perkara OTT tersebut. "Kasusnya apa nanti KPK yang jelaskan," ujarnya.***

 

Bagikan: