Pikiran Rakyat
USD Jual 14.373,00 Beli 14.073,00 | Umumnya berawan, 22 ° C

Narapidana Terorisme Meninggal karena Serangan Jantung

Eviyanti
Narapidana.*/DOK. PR
Narapidana.*/DOK. PR

CILACAP, (PR).-Narapidana kasus terorisme perakit bom panci Wawan Prasetyawan alias Abu Umar bin Sakiman meninggal di RSUD Cilacap, Jawa Tengah. Wawan Prasetyawan yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakayan Batu itu menimggal karena sakit jantung.

"Dia meninggal dalam perawatan di rumah sakit Cilacap, Minggu (16 Desember 2018)," kata Koordinator Lapas di Nusakambangan, Cilacap, Hendra Eka Putranto, Senin 17 Desember 2018.

Berdasarkan keterangan dokter yang merawatnya. Wawan Prasetyawan meninggal karena sakit jantung. Sehari  sebelum meninggal, Wawan Prasetyawan mengeluh sakit pada bagian perutnya. Oleh dokter jaga di Nusakambangan, dilakukan pemeriksaan dan diberi obat. Namun pada Minggu, Wawan Prasetyawan masih mengeluhkan sakit pada bagian perutnya.

Wawan Prasetyawan yang merupakan salah satu penghuni di Lapas dengan pengamanan tinggi itu masih mengeluhkan sakit. Pengelola Lapas kemudian  membawanya  ke rumah sakit di Cilacap untuk perawatan dan pengobatan yang lebih intensif.

"Minggu pagi sekira pukul 7.30 kami bawa Wawan Prasetyawan ke Rumah Sakit di Cilacap. Malamnya, sekira pukul 19.30 dia meninggal. Berdasarkan keterangan dokter di RSUD Cilacap, Wawan Prasetyawan meninggal akibat sakit jantung," kata Hendra.

Minggu malam, jenazahnya dibawa keluarganya menuju rumahnya di Klaten untuk dimakamkan.

Wawan Prasetyawan alias Abu Umar bin Sakiman Divonis 6 tahun penjara dan baru menjalani hukuman 1 tahun penjara.

Dia divonis dalam kasus terorisme jaringan Bahrun Naim yang terlibat dalam rencana bom bunuh diri di lingkungan Istana Kepresiden.

Wawan Prasetyawan berperan menyimpan bahan peledak dan komponen pembuatan bom di Bekasi. Saat itu, Densus 88 mengamankan bom panci yang mereka rakit.***

Bagikan: