Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 27.9 ° C

Ketua DPR: Pembunuhan Pekerja di Papua Melebihi Aksi Teroris

Abdul Muhaemin
Seorang personal Brimob bersiap mengawal konvoi pekerja PT Freeport di terminal Gorong-gorong Timika, Mimika, Papua, Kamis, 16 November 2017. Konvoi tersebut merupakan satu-satunya konvoi yang dilakukan setelah berkoordinasi dengan Satgas Pengamana Objek Vital Nasional yang menyatakan area jalan tambang steril pasca eskalasi teror penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.*
Seorang personal Brimob bersiap mengawal konvoi pekerja PT Freeport di terminal Gorong-gorong Timika, Mimika, Papua, Kamis, 16 November 2017. Konvoi tersebut merupakan satu-satunya konvoi yang dilakukan setelah berkoordinasi dengan Satgas Pengamana Objek Vital Nasional yang menyatakan area jalan tambang steril pasca eskalasi teror penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.*

JAKARTA, (PR).- Kasus kekerasan di wilayah Papua yang kembali terjadi dan menelan korban jiwa menggemparkan masyarakat Indonesia awal bulan Desember ini. Ketua DPR Bambang Soesatyo menilai aksi kekerasan yang dilakukan tersebut sebagai aksi yang melebih teroris.

Sebab menurut dia, aksi tersebut merenggut nyawa orang dengan tindakan yang sangat kejam, selain itu melakukan penyerangan kepada petugas dengan terang-terangan.

Dia meminta tindakan dan upaya preventif harus dilakukan oleh pemerintah terkait kasus pembunuhan pekerja pembangunan infrastruktur jalan dari PT Istaka Karya (Persero).

"Kita semua harus waspada dan harus melakukan tindakan-tindakan preventif dan langkah-langkah yang membuat mereka jera," kata Bambang di Istana Merdeka, Rabu 5 Desember 2018.

Bambang menilai kasus pembunuhan puluhan pekerja infrastruktur tersebut bukanlah disebabkan karena kecolongan. Karena menurut dia, setiap awal bulan Desember selalu ada peringatan organisasi tertentu di wilayah tersebut.

 "Saya tidak bisa mengatakan itu suatu kecolongan. Tapi kita semua harus waspada dan harus melakukan tindakan preventif dan langkah langkah membuat mereka jera," ujarnya seperti dilansir kantor berita Antara.

Dia beserta jajaran di DPR sangat mengutuk terhadap kasus kekerasan dan kekejaman yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KBB) di Papua.

"Kami mendesak dan mendorong seluruh pasukan yang ada untuk segera memburu pelakunya dan menyeret ke pengadilan," katanya.

Lebih lanjut, Bambang mengharapkan agar Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengirim pasukan-pasukan elite yang ada di kesatuan-kesatuannya karena kasus itu tidak bisa dianggap remeh dan harus dituntaskan secepatnya.

"Kami di DPR mendorong aparat hukum dan keamanan tidak bertindak tanggung-tanggung," katanya.

Selain itu, dia meminta Komisi I DPR untuk mengundang Panglima TNI untuk memberikan penjelasan tentang langkah-langkah seperti apa dan bagaimana untuk menanggulanginya. Juga dia meminta komisi III DPR untuk mengundang Kapolri dan menjelaskan langkah apa yang akan diambil untuk menumpas kelompok bersenjata yang membahayakan itu.

"Sekali lagi kita memang harus memperhatikan HAM, tapi untuk urusan keamanan negara dan keselamatan masyarakat, penegak hukum dan psukan kita harus bertindak tegas dan keras," kata Bambang Soesatyo.

Ketika ditanya apakah DPR setuju dengan langkah represif, Bamsoet mengatakan apa pun yang bisa dilakukan untuk menuntaskan masalah itu, DPR pasti setuju.

"Yang dipentingkan DPR adalah menyelamatkan bangsa ini, menyelamatkan rakyat kita. Jangan sampai ada lagi korban yang jatuh. Berapa pun ongkosnya," katanya.***

Bagikan: