Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 27.9 ° C

Jokowi Sebut Para Pekerja Trans Papua yang Tewas Pahlawan Pembangunan

Muhammad Ashari
PRESIDEN Joko Widodo memberikan pernyataan persnya terkait insiden pembantaian terhadap 19 pekerja pembangunan jalan dan 1 anggota TNI di Papua. Pernyataan pers dilaksanakan di Istana Merdeka, Rabu, 5 Desember 2018.
PRESIDEN Joko Widodo memberikan pernyataan persnya terkait insiden pembantaian terhadap 19 pekerja pembangunan jalan dan 1 anggota TNI di Papua. Pernyataan pers dilaksanakan di Istana Merdeka, Rabu, 5 Desember 2018.
JAKARTA, (PR).- Presiden Joko Widodo menyatakan bila pembangunan jalan Trans Papua tetap berlanjut meskipun terjadi insiden penembakan yang menewaskan 20 orang di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Sebagaimana diketahui, pekerja yang tewas itu tengah bertugas membangun jembatan di sejumlah titik yang dilewati jalan Trans Papua.

Distrik Yigi sendiri merupakan bagian dari segmen Wamena-Mamugu jalan Trans Papua. Segmen itu memiliki panjang 278 kilometer. Di segmen Wamena-Mamugu tengah dibangun jembatan di 35 titik.

"Karena dari Wamena-Mamugu ini terus dibangun 35 jembatan, jadi tetap harus diselesaikan pembangunannya. Artinya, Kementerian Pekerjaan Umum jalan terus untuk membangun tanah Papua serta untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Rabu (5/12/2018).

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga korban. Ia pun menyebutkan korban yang meninggal dalam insiden tersebut sebagai pahlawan pembangunan.

"Mari kita bersama-sama mendoakan agar para pahlawan pembangunan Trans Papua ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Saya juga telah memerintahkan kepada Panglima TNI dan Kapolri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku tindakan biadab tersebut," tuturnya.

Ia menambahkan, insiden tersebut hanya membulatkan tekad pemerintah untuk melanjutkan tugas besarnya, yakni membangun tanah Papua. Kementerian PU dikatakannya telah diinstruksikan untuk tetap meneruskan pembangunan jalan dan jembatan di Wamena-Mamugu. "Jalan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer harus segera diselesaikan," ujarnya.

Jokowi menyebutkan, pembangunan jalan di Papua tergolong sulit. Selain faktor keamanan, terdapat tantangan terkait keadaan medan geografisnya. Khusus untuk jalur Wamena-Mamugu sepanjang 278 kilometer, ketinggian tanah tempat proyek berlansung sekitar 3.000 mdpl. Dengan demikian, untuk mengangkut peralatan berat dan aspal ke wilayah itu, pemerintah perlu mengangkutnya dengan helikopter.

Menurutnya, pembangunan jalan di Papua berbeda dengan di Jawa. Di Papua, kondisi alamnya sulit. Terkadang, proyek harus berhenti dulu karena tantangan alam dan keamanan itu. "Sehingga yang bekerja di sana betul-betul bertaruh nyawa," tuturnya.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan, jalan Trans Papua yang harus dibangun adalah sepanjang 3.500 kilometer dengan ditambah jalan perbatasan sepanjang 1.098 kilometer. Dengan demikian, total panjang jalan yang harus dibangun adalah 4.633 kilometer. Anggaran yang dikucurkan untuk proyek jalan dari 2015 sampai 2019 adalah Rp 14,2 triliun.

Beberapa ruas proyek masih ada yang dalam tahapan membuka wilayah. Menurutnya, masih ada 945 kilometer jalan yang masih belum ditembus. Pada tahun 2019, jalan yang masih belum ditembus itu akan segera diselesaikan.

Ruas jalan Wamena-Mamugu menurutnya telah ditembus seluruhnya. Pekerjaan yang masih tersisa di wilayah itu adalah pembangunan 35 jembatan. Adapun lokasi pembataian para pekerja pembanguna proyek dikatannya berada di Kali Yigi dan Kali Aorak, Distrik Nduga.***
Bagikan: