Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 28.4 ° C

Puluhan Pekerja Proyek Nasional Ditembak Mati di Papua, TNI Polri Dapat Perintah Evakuasi

Fani Ferdiansyah
Seorang personal Brimob bersiap mengawal konvoi pekerja PT Freeport di terminal Gorong-gorong Timika, Mimika, Papua, Kamis, 16 November 2017. Konvoi tersebut merupakan satu-satunya konvoi yang dilakukan setelah berkoordinasi dengan Satgas Pengamana Objek Vital Nasional yang menyatakan area jalan tambang steril pasca eskalasi teror penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.*
Seorang personal Brimob bersiap mengawal konvoi pekerja PT Freeport di terminal Gorong-gorong Timika, Mimika, Papua, Kamis, 16 November 2017. Konvoi tersebut merupakan satu-satunya konvoi yang dilakukan setelah berkoordinasi dengan Satgas Pengamana Objek Vital Nasional yang menyatakan area jalan tambang steril pasca eskalasi teror penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata.*

JAYAPURA, (PR).- Puluhan pekerja proyek strategis nasional di Papua dibunuh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Belum diketahui pasti jumlah pekerja yang dibunuh dalam insiden yang terjadi di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua tersebut.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, anggota TNI dan Polri pada Selasa 4 Desember 2018 pagi telah dikerahkan untuk mengevakuasi para korban pembunuhan tersebut. Kapolda Papua Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, pengerahan aparat keamanan sebetulnya dilakukan pada Senin 3 Desember 2018.

Namun karena akses jalan ditutupi dahan pohon di sepanjang jalan, membuat personil keamanan kembali ke Wamena. Terkait penyebab pembunuhan terhadap karyawan PT Istaka yang sedang melakukan pembangunan jembatan, Kapolda Papua mengatakan bahwa pihaknya belum mendapat kepastian karena kesulitan komunikasi ke kawasan itu.

“Belum dapat dipastikan penyebab pembunuhan terhadap puluhan karyawan PT Istaka,” kata Irjen Pol Sormin.

Berdasarkan data yang dihimpun, Pdt. Wilhelmus Kogoya, tokoh gereja di Distrik Yigi, telah melaporkan kasus pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga yang menewaskan 24 tukang.

Dari laporan tersebut, terungkap dua tukang melarikan diri dan selamat. Mereka kini di Distrik Mbua.

Sementara itu, delapan lainnya di Distrik Yal diselamatkan keluarga Alimi Gwijangge yang menjabat Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nduga. Mereka dibawa ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat.

Insiden penembakan itu dibenarkan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono. Ia mengatakan bahwa penembakan itu menimpa pekerja proyek strategis nasional.

Lokasi penembakan berada di kawasan yang pernah dilintasi Presiden Joko Widodo, saat meninjau proyek beberapa waktu lalu. Di tempat terpisah, Presiden Joko Widodo mengeluarkan instruksi agar Panglima TNI dan Kapolda memastikan insiden yang terjadi.

“Saya memang pernah ke sana. Tadi pagi saya sudah perintahkan agar Panglima TNI dan Kapolda dilihat dulu. Ini masih simpang siur, masih dikonfirmasi dulu apakah benar,” kata Jokowi dalam wawancara di salah satu televisi nasional.

Presiden mengakui bila medan di Papua itu sangat sulit. Masalah sinyal komunikasi kerap menjadi kendala.

“Medannya sangat sulit,” ujarnya.

Diduga insiden penembakan terjadi di proyek nasional antara Wamena dan Distrik Yall. Dalam proyek itu, PT Istaka Karya menggarap pembangunan 27 jembatan.***

 

 

 

Bagikan: