Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 23.9 ° C

Kampanye Pileg 2019 Ganggu Kinerja DPR RI

Muhammad Irfan

JAKARTA, (PR).- Banyaknya anggota Dewan Perwakilan Rakyat periode 2014-2019 yang maju kembali menjadi calon legislatif pada Pemilihan Legislatif 2019 tak dimungkiri berpengaruh pada kinerja lembaga DPR. Hal itu tercermin dalam Sidang Paripurna untuk Masa Persidangan I Tahun Sidang 2018/2019 yang digelar Senin 3 Desember 2018. 

Dari total 560 anggota dewan, hanya 151-nya saja yang hadir, sementara sisanya izin dan tanpa keterangan.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon tak menampik kalau majunya kembali beberapa anggota legislatif membuat kinerja lembaga yang dipimpinnya mengalami penurunan. Hal ini juga tentunya terjadi secara keseluruhan dan tidak terbatas pada fraksi-fraksi tertentu saja.

"Itu memang menjadi masalah kita semua. Banyak anggota yang saat ini maju caleg lagi. Selain menjalankan tugasnya sebagai anggota legislatif para anggota juga disibukkan dengan kegiatan kampanye dan kunjungan ke daerah pemilihan," kata Fadli di Kompleks Parlemen Senayan, Senin 3 Desember 2018.

Meski demikian, dia meminta masyarakat tak khawatir akan hal ini. Menurut dia, meski tak hadir dalam rapat, Fadli yakin para anggota dewan masih bisa membagi waktu dan mengerjakan hal-hal yang menjadi kewajibannya seperti menjalankan fungsi pengawasan dan budgeting.

"Kan kerja DPR bukan hanya legislasi. Saya kira hal-hal penting lain tidak ada yang terganggu. Seperti hari ini kita mengesahkan sebuah UU kan masih ada UU yang lain," ucap dia.

Pernah Diingatkan



Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sebenarnya pernah mengingatkan hal ini pada Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan II Tahun Sidang 2018-2019 di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu 21 November 2018 lalu. Meski lebih dari separuh anggota dewan saat ini kembali maju sebagai caleg, dia tak ingin anggota dewan melupakan tugas-tugas parlementernya.

“Tidak ada alasan karena sibuk berkampanye, lalu kewajiban kita abaikan, kinerja merosot dan kualitas produk legislasi menurun drastis. Itu semua tentu sangat tidak kita harapkan,” kata Bambang.

Menurut Bambang, semua anggota harus mempunyai komitmen yang kuat untuk menjaga marwah lembaga DPR sampai di ujung masa pengabdian berakhir nanti. Jika dapat menjalankan tugas dan amanah ini dengan baik, tentu rakyat juga akan memberikan kepercayaan dan dukungan lagi kepada para anggota dewan. 

“Karena kita semua sudah teruji dan terbukti untuk mengabdi. Semoga masa reses yang singkat kemarin tidak mengurangi kualitas DPR dalam menjaring aspirasi dari masyarakat,” kata Bambang.

Menurutnya, kunjungan kerja ke daerah, bertemu dengan konstituen, bukanlah sekadar agenda  pertemuan biasa. Karena pertemuan itu adalah momentum untuk meneguhkan kembali komitmen anggota DPR sebagai wakil rakyat. 

“Mengingatkan kembali bahwa sesungguhnya yang mempunyai kedaulatan itu adalah rakyat. Sebagai wakilnya, kita semua harus mendengar suara nurani dan denyut nadi mereka, aspirasi dan harapan mereka, serta keluhan dan masalah mereka,” kata dia seraya berharap, hasil kunjungan kerja dan kegiatan reses dapat ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada fraksi masing-masing.

Sebelumnya, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia menyebut ada 529 anggota DPR saat ini yang maju kembali dalam kontestasi Pileg 2019. Namun, penilaian Formappi, dari 529 caleg petahana ini hampir seluruhnya memiliki performa buruk kala mengemban tugasnya sebagai anggota dewan.

Peneliti Formappi Lucius Karus menyebut, berdasarkan penelitian yang pihaknya lakukan sejak 13 Agustus hingga 4 September 2018, 529 caleg petahana yang kembali mencalonkan ini adalah 94 persen dari total 569 calon legislatif yang ada di formasi DPR RI periode 2014-2019. Sementara yang tidak lagi mencalonkan diri ada 31 orang.

"Hanya enam persen dari jumlah itu yang tidak maju lagi tahun depan. Sementara total caleg DPR sebanyak 7.991 orang," kata Karus pada paparan hasil penelitiannya di Jakarta, Jumat 14 September 2018.

Karus menyebut dari jumlah caleg petahana ini rapor yang diberikan Formappi memang masih belum memuaskan. Menurut dia, selama empat tahun menduduki kursi parlemen, anggota DPR selalu gagal diapresiasi oleh pihaknya baik dalam kinerja maupun sikap.

"Performa belum layak diapresiasi, sementara mau mengapresiasi sikap sudah keduluan oleh OTT KPK," kata dia.

Dari jumlah petahana yang maju kembali di Pileg 2019, 349 di antaranya menempati nomor urut satu di sejumlah dapil. Dengan begitu, 65,97 persen caleg petahana ini memiliki peluang untuk terpilih kembali nantinya. Tak hanya itu, Formappi juga menemukan bahwa DCS 2018 juga menyertakan sejumlah anggota DPR 2014-2019 yang sudah di PAW sebagai anggota DPR. Menurut dia, fenomena kembali ke DPR setelah gagal mendapat posisi kepala daerah cukup mengkhawatirkan karena bisa jadi mereka tak serius kala mengemban amanat sebagai DPR nanti. Ada kesan DPR hanya menjadi tempat transit bagi mereka.

Formappi juga menemukan 21 politisi kutu loncat yang berpindah dari satu partai ke partai lain di DCS KPU. Hal itu menunjukkan loyaliotas kader tersebut kepada partai masih rendah. Padahal DPR harusnya diisi oleh orang yang terpercaya memperjuangkan kepentingan rakyat melalui parlemen. Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat lebih teliti dalam memilih calonnya kelak. "Jika seluruh petahana ini terpilih lagi bukan tidak mungkin kinerja DPR kita akan sama dengan periode sekarang," kata dia.***

Bagikan: