Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Umumnya berawan, 27.9 ° C

Prabowo Pidato Singkat di Reuni 212, Habib Rizieq Shihab Tegaskan Persatuan

Yusuf Wijanarko

JAKARTA, (PR).- Calon presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan terima kasihnya telah diundang ke acara reuni 212 dan menolak berbicara politik atau berkampanye dalam ajang tersebut.

"Saya tidak akan panjang-panjang bicara karena sebagaimana kalian ketahui, saya sekarang telah mendapat tugas dan amanah sebagai calon presiden dan karena itu saya harus patuh dan mengikuti semua ketentuan. Saya tidak boleh bicara politik pada kesempatan ini, saya tidak boleh kampanye. Jadi, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih bahwa saya diundang hari ini oleh panitia," kata Prabowo di kawasan Monas, Jakarta, Minggu 2 Desember 2018.

Antara melaporkan, Prabowo yang didampingi sejumlah tokoh politik dan panitia reuni 212 menyampaikan pidato sekira 3 menit.

Bagi Prabowo, diundang ke acara yang dihadiri umat muslim itu merupakan kebanggaan tersendiri, terlebih mereka yang hadir, menurut Prabowo bersikap tertib dan damai.

"Ini kehormatan bagi saya, kebanggaan bagi saya. Saya lihat keluarga-keluarga berjalan dengan tertib, menggendong anaknya, tertib, damai, luar biasa, saya bangga hari ini. Saya bangga sebagai anak Indonesia dan saya bangga sebagai muslim di Indonesia. Muslim kita adalah yang damai," katanya.

Ia juga bangga karena pada kesempatan tersebut karena tidak hanya umat Islam yang turut hadir tetapi juga pemeluk agama lain.

"Hari ini kita dihadiri oleh kawan-kawan dari agama lain, dari suku lain, dari ras macam-macam. Kita bangga karena Islam di Indonesia adalah Islam yang mempersatukan dan bersatu dan akan menjaga perdamaian dan kedamaian semuanya," katanya.

Ia berterima kasih sekali lagi kepada panitia yang telah mengundangnya kemudian meneriakkan kata ‘takbir’ dan kata ‘merdeka’ yang disambut peserta reuni 212.

"Takbir, takbir, takbir, merdeka, merdeka, merdeka,” teriaknya.

Pesan Habib Rizieq Shihab



Imam besar FPI (Front Pembela Islam) Habib Rizieq Shihab menyampaikan orasi dan disiarkan secara langsung atau live streaming dalam reuni akbar 212 di lapangan Monas, Jakarta, Minggu 2 Desember 2018.

Habib Rizieq Shihab tengah berada di Mekah, Arab Saudi tersebut berpesan kepada peserta reuni 212 untuk tetap menjaga perdamaian di Indonesia.

"Kita jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita jaga negara, kita jaga Islam, kita hormati semua umat beragama dan tidak boleh mencaci maki," ujar Habib Rizieq Shihab seperti diberitakan Antara.

Dalam kesempatan itu, Habib Rizieq Shihab juga mengingatkan penegak hukum agar berlaku adil dan megadili penista agama karena penistaan agama bukan keberagaman, kemajemukan, tetapi melanggar aturan.

Habib Rizieq Shihab mengatakan, dengan penegakan keadilan terhadap penista agama, Allah akan memberkahi langkah perjuangan dan memberikan kemenangan.

Dalam kesempatan tersebut, peserta reuni 212 turut mendoakan Habib Rizieq Shihab dengan membacakan surat Al Fatihah. Pembacaan doa dipandu langsung Ustaz Haikal Hasan yang menjadi pembawa acara reuni 212.

peserta reuni 212 tidak hanya memadati Monas, tetapi juga memadati Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, Jalan Gunung Sahari, Jalan Merdeka Selatan, hingga Jalan Agus Salim.

PKS: reuni 212 momentum untuk lebih baik



Anggota Komisi I DPR dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Sukamta berharap reuni 212 menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk menjadi lebih baik lagi.

Sukamta yang juga Sekretaris Fraksi PKS DPR itu mengatakan bahwa banyak pelajaran yang bisa dipetik dari reuni 212 sehingga layak direfleksikan maknanya.

"Persatuan, pengorbanan, dan perjuangan adalah beberapa hal yang ada dalam aksi 212. Jadi, aksi ini bukan soal SARA, tapi tentang bagaimana elemen-elemen bangsa merekatkan jiwa-jiwa mereka dalam satu aksi," kata Sukamta.

Hal-hal inilah, kata dia, yang perlu terus dipertahankan dan diejawantahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sama seperti para pendahulu bangsa yang telah berjuang, berkorban, dan bersatu demi merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Dia menegaskan, aksi ini merupakan wujud konkret pembelaan terhadap Pancasila, khususnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Oleh karena itu, kita semua berharap reuni 212 bisa berjalan lancar, tertib, damai dan menghasilkan hal-hal bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara seperti aksi 212 sebelumnya," ujarnya.

Bagikan: