Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

Hadapi Nataru, Kapal Penumpang di Sejumlah Pelabuhan Diuji Petik Secara Acak

Satrio Widianto
KAPAL bermuatan pupuk karam di perairan Indramayu, Sabtu 6 Januari 2018.*
KAPAL bermuatan pupuk karam di perairan Indramayu, Sabtu 6 Januari 2018.*

AMBON, (PR).- Kapal-kapal penumpang di beberapa pelabuhan Indonesia diuji petik secara acak. Upaya yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan ini, ditujukan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pelayaran, terutama terhadap pemenuhan persyaratan kelaiklautan kapal-kapal penumpang.

"Dari pemeriksaan tersebut, Tim Uji Petik menemukan beberapa ketidaksesuaian dan telah memberikan sejumlah catatan rekomendasi untuk segera dilengkapi dan diperbaiki," ujar Capt. Ari wibowo dalam siaran tertulis, di Jakarta, Kamis 22 November 2018. 

Sebagai contoh, pada saat uji petik di Pelabuhan Ambon, tim menemukan masih ada life jacket yang tidak di lengkapi lampu, rescue boat tidak dilengkapi dengan poster cara penurunan. Begitu juga di Pelabuhan Talehu, tim juga menemukan beberapa rekomendasi seperti kurangnya familiarisasi terhadap penggunaan alat-alat kebakaran dan keselamatan, pemasangan spring line lifecraft yang masih salah.

Tim Uji petik Direktorat Perkapalan dan Kepelautan yang terdiri dari Marine Inspector Kantor Pusat Ditjen Hubla, Capt. Ari Wibowo, Farid Arma, capt. Ilham Akbar, Ralibi, Irsal irsa dan tim AMSAT Internasional, itu, melaksanakan pemeriksaan secara acak terhadap tiga kapal penumpang pada dua pelabuhan yaitu di Pelabuhan Ambon dan Talehu.

Terhadap semua rekomendasi yang ditemukan tersebut, Ditjen Hubla telah mengambil langkah-langkah dengan memberikan catatan dan peringatan kepada semua perusahaan pemilik kapal, untuk perbaikan ataupun untuk segera melengkapinya, sehingga kapal-kapal dimaksud dapat melanjutkan pelayarannya, dalam menghadapi kegiatan angkutan laut Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru).

Sementara itu, setelah dilaksanakan uji petik, bersama kantor KSOP Kelas I Ambon, Tim Uji petik Ditkapel dan AMSAT Internasional menggelar workshop keselamatan kapal penumpang kepada operator, pemilik kapal, dan marine inspector terkait dengan rekomendasi yang telah dilaksanakan. Workshop digelar untuk memberikan pemahaman bersama tentang pentingnya keselamatan pelayaran, khususnya kapal penumpang dalam rangka menghadapai Nataru 2018/2019.

"Kegiatan workshop keselamatan ini memberi gambaran bahwa Kementerian Perhubungan dalam melaksanakan uji petik bukan hanya memberikan catatan atau rekomendasi, tetapi juga memberi solusi dan pemahaman tentang alat-alat keselamatan dan cara penggunaan, serta pentingnya alat tersebut menghadapi situasi darurat. Oleh karena itu tim Ditkapel bersama AMSAT Internasional dengan didukung KSOP kelas I Ambon, melaksanakan workshop keselamatan tersebut," ucap Ari.

Workshop yang bekerjasama dengan AMSAT international, diharapkan ikut menciptakan budaya keselamatan pelayaran menuju Zero Accident. Termasuk untuk memperhatikan Liferaft dan Lifeboat. 

Workshop  tersebut meminta seluruh operator, pemilik kapal, marine inspector siaga mendukung terciptanya keselamatan dan keamanan pelayaran, serta memberikan pelayanan yang aman, cepat dan terpercaya guna memenuhi kebutuhan dunia jasa pelayaran tanpa melalaikan faktor keselamatan.*

Bagikan: