Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Kartu Nikah Belum Perlu, Mending Perbaiki e-KTP Dulu

Abdul Muhaemin

PEMERINTAH melalui Kementerian Agama telah meluncurkan kartu nikah pada pertengahan pekan kemarin. Peluncuran kartu nikah ini menimbulkan pro serta kontra di masyarakat. 

Pakar Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Muzakir menilai, pemerintah sebaiknya memperbaiki sistem e-KTP dari pada meluncurkan kartu nikah. Sehingga nantinya jika e-KTP sudah diperbaiki, data kependudukan menjadi tunggal, termasuk didalamnya terdapat data pernikahan.

"Kalau itu (e-KTP) sudah selesai, data tunggal yang bersifat nasional bisa dipakai dimana-mana," katanya seperti diberitakan Radio Jaringan Pikiran Rakyat, PRFm.

Muzakir menjelaskan bahwa pernikahan adalah sebuah proses hukum perjanjian antara dua manusia, sehingga bukti hukum yang dikeluarkan seharusnya berbentuk akta nikah. Jika akta nikah tersebut bentuknya berupa buku dan kartu yang sedang diwacanakan sekarang, Muzakir mempertanyakan keabsahan hukumnya.

"Jadi kalau itu kartunya, terus aktanya enggak punya, mengubah status hukum itu menjadi bermasalah di kemudian hari, karena akta dan buku itu berbeda," tuturnya.

Karena dikhawatirkan ke depannya akan menimbulkan polemik dan tidak cocok dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat, Muzakir meminta agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama untuk menunda dan mempertimbangkan kembali wacana tersebut.

"Kalau menurut saya sebaiknya Kementerian Agama membatalkan saja itu proyek atau sebutnya dokumen yang tidak diperlukan," ujarnya.

Seperti diketahui, kartu nikah ini akan berintegrasi dengan Sistem Informasi Manajemen Nikah Berbasis Website (Simkah). Nantinya kartu nikah akan menjadi inovasi logis untuk pencatatan kependudukan sipil, terutama dari unsur riwayat pernikahan.

Kartu nikah telah diluncurkan pada tengah pekan lalu, untuk penerbitannya akan dimulai pada akhir November 2018. Untuk tahap pertama penerbitan kartu nikah ini, Kemenag akan meluncurkan satu juta Simkah untuk 500 ribu pasangan. Nantinya akan dievalusai jika melihat kesuksesan Simkah periode pertama, nantinya akan diperbanyak.

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin telah memberitahukan bahwa kartu nikah yang baru diluncurkan pertengahan pekan lalu tidak akan menghapus buku nikah. Hal itu dia ungkapkan sebagai penegasan tentang info yang telah beredar bahwa kartu nikah akan menghapus buku nikah dan itu tidaklah benar.***

Bagikan: