Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Langit umumnya cerah, 22.1 ° C

MRT Tahap I Hampir Rampung, Siap Beroperasi Maret 2019

Muhammad Ashari
PRESIDEN Joko Widodo keluar dari kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta seusai mencoba di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. Presiden mencoba perjalanan MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus sekaligus meninjau perkembangan pembangunan proyek MRT tahap I yang sudah mencapai 97,08 persen dan ditargetkan beroperasi pada Maret 2019.*
PRESIDEN Joko Widodo keluar dari kereta Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta seusai mencoba di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa, 6 November 2018. Presiden mencoba perjalanan MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Lebak Bulus sekaligus meninjau perkembangan pembangunan proyek MRT tahap I yang sudah mencapai 97,08 persen dan ditargetkan beroperasi pada Maret 2019.*

JAKARTA, (PR).- Proyek kereta Mass Rapid Transit (MRT) tahap I diklaim telah hampir rampung dan siap beroperasi pada Maret 2019. Jalur MRT tahap I merentang dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia sepanjang kurang lebih 16 kilometer. MRT diproyeksikan akan melayani sekitar 173.400 penumpang setiap harinya.

Presiden Joko Widodo meninjau langsung pengerjaan proyek MRT, Selasa, 6 November 2018. Ia pun sempat menjajal kereta MRT dari bundaran HI ke Lebak Bulus.

Ia menjajal kereta api dengan didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Dirut PT MRT William Sabandar.

Rombongan tiba di Stasiun MRT Bundaran HI sekira pukul 09.00 WIB. Dari sana, mereka berangkat melalui kereta dengan tujuan Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Perjalanan Presiden dari Stasiun MRT Bundaran HI ke Depo MRT Lebak Bulus ditempuh dalam waktu kurang lebih 30 menit. Jumlah gerbong kereta yang saat itu dinaiki oleh Presiden adalah 6 gerbong dengan masing-masing berkapasitas 48 kursi, termasuk 6 kursi untuk ibu hamil dan lansia.

 

Jokowi mengatakan, proyek ini sudah berada dalam tahap penyelesaian akhir dan diharapkan dapat segera beroperasi untuk melayani masyarakat pada Maret 2019 mendatang. "Proyek ini telah selesai 97 persen. Jadi kurang hanya 3 persen. Kita harapkan nantinya di Maret 2019 sudah mulai operasional," tuturnya di Depo MRT Lebak Bulus.

Ia juga menceritakan pengalamannya menaiki kereta. Kereta MRT diklaimnya cukup nyaman saat dinaiki. Tidak ada suara berisik dari gerbong saat perjalanan dari bundaran HI ke Lebak Bulus.

"Tadi kami naik dengan kecepatan 60 kilometer per jam. Suaranya dapat dikatakan tidak ada bisingnya, tidak terdengar. Menurut saya sangat bagus," ucapnya.

Jokowi kemudian menyatakan harapannya agar proyek pembangunan MRT ini segera berlanjut ke tahap kedua. Jalur MRT tahap II itu nantinya akan menghubungkan Bundaran HI hingga Ancol, Jakarta Utara. 

MRT diproyeksikan bisa terintegrasi dengan moda transportasi lain yang sudah ada sebelumnya, seperti LRT, kereta bandara, Transjakarta, Kopaja, dan angkot. "Kalau terintegrasi, ya pertama-tama akan mengurangi kemacetan dan kedua, mengurangi penggunaan mobil-mobil pribadi di Jabodetabek," katanya.

MRT juga dinilainya bisa memberikan dampak yang lebih efisien bagi perekonomian warga.

Terkait dampak ini, Jokowi mengaku, dalam perjalanan dari Bundaran HI ke depo MRT Lebak Bulus sempat membicarakan tentang harga tiket MRT. Menurutnya, tarif yang akan dipasang untuk MRT kurang lebih di kisaran Rp 8.000-9.000 per orang.  

Ia menambahkan, saat ini dibutuhkan keberanian untuk melakukan pembangunan moda transportasi massal karena sudah menjadi tuntutan pada masa depan. Terutama di perkotaan yang kerap diwarnai persoalan kemacetan. 

"Memang harus berani memulai seperti di sini. Jakarta sudah memulai, Palembang memulai sebentar lagi nanti Bandung memulai kemudian di Surabaya dan Medan memulai. Saya kira memang transportasi massa adalah masa depan transportasi kita," tuturnya.***

Bagikan: