Pikiran Rakyat
USD Jual 14.628,00 Beli 14.328,00 | Sedikit awan, 25.8 ° C

105 Kantong Jenazah Korban Lion Air Jatuh Tiba di RS Polri, Keluarga Akan Terima Santunan Rp 1,25 Miliar

Gita Pratiwi A
Tim SAR gabungan mengevakuasi turbin pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Sabtu 3 November 2018.*
Tim SAR gabungan mengevakuasi turbin pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Sabtu 3 November 2018.*

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 105 kantong jenazah pesawat Lion Air JT 610 telah masuk ke RS Polri Raden Said Sukanto Jakarta Timur Sabtu 3 November 2018 malam. Berdasarkan pantauan di Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Raden Said Sukanto, angka tersebut didapatkan usai datang 19 kantong jenazah sejak sore hari hingga pukul 20.25 WIB.

Kantong tersebut tiba di RS Polri sekitar pukul 16.00 WIB kedatangan dua jenazah dengan dua unit mobil ambulans, satu kantong jenazah tiba pukul 18.00 WIB, enam ambulans membawa sembilan kantong jenazah datang pukul 20.15 WIB, dan tiga ambulans berisi tujuh kantong jenazah pada 20.25 WIB.

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri Raden Said Sukanto, Edy Purnomo mengatakan jasad-jasad tersebut akan melalui proses verifikasi data.

"Untuk hari ini ada 105 kantong jenazah yang masuk. Di mana semua yang masuk hari ini akan langsung dilakukan registrasi, pelabelan, dan pencarian data primer," kata Edy seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Selanjutnya, kata Edy, kantong jenazah yang hingga saat ini berisi bagian tubuh dengan berbagai ukuran, akan dilakukan pemeriksaan lebih dalam pada keesokan hari.

"Sampai terakhir, merupakan bagian tubuh yang masuk ke RS Polri, besok baru akan dilakukan pemeriksaan lebih dalam dengan menguji sampel DNA," ujar Edy.

Hingga Sabtu malam, telah ada tujuh jenazah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 yang teridentifikasi dari total 189 penumpang. Yakni atas nama Jannatun Cintya Dewi, Candra Kirana, Monni, Hizkia Jorry Saroinsong, Endang Sri Bagusnita, Wahyu Susilo dan Fauzan Azima.

Santunan dari Lion Air Rp 1,25 miliar



Keluarga penumpang jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 akan menerima santunan lebih dari Rp1,3 miliar di antaranya mencakup ganti rugi atau klaim asuransi dan bagasi.

"Untuk klaim asuransi itu Lion Air mengikuti Peraturan Menteri Perhubungan 77/2011. Namun kondisi itu harus disesuaikan dengan statusnya," kata Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) atau Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro kepada Antara di posko krisis Lion Air di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, Sabtu.

Keluarga penumpang masing-masing saat ini akan mendapat santunan berupa ganti kerugian atau klaim asuransi sebesar Rp1,25 miliar sesuai ketentuan peraturan menteri. Rinciannya antara lain klaim bagasi sebesar Rp50 juta, uang tunggu Rp5 juta dan uang kedukaan Rp25 juta.

 

Di luar santunan itu, pihak Lion Air memfasilitasi penuh keperluan keluarga di Jakarta selama masa pencarian dan identifikasi jenazah seperti hotel, transportasi, makan dan minum. Maskapai penerbangan itu juga menyediakan tiket untuk pulang dan pergi keluarga serta biaya atau tiket pengantaran jenazah untuk proses pemakaman

Danang menyebutkan berdasarkan ketentuan dalam peraturan menteri itu, penumpang dengan status meninggal akibat kecelakan pesawat udara akan mendapatkan santunan sebesar Rp1,25 miliar. Sementara jika penumpang selamat, maka penghitungannya akan berbeda. Ia menambahkan untuk status penumpang maka pihaknya berkoordinasi dengan tim evakuasi Basarnas.

"Kami perlu status dulu. Status ini kami koordinasi dengan tim evakuasi Basarnas dan tim identifikasi dari pihak kepolisian di luar konteks apapun yang penting prosedurnya itu," katanya.

Terkait jenazah yang telah diserahkan kepada keluarga dan dipulangkan, maka keluarga korban akan dapat memproses kelengkapan dokumen persyaratan klaim asuransi itu karena sudah jelas statusnya.

Sementara, uang kedukaan sebesar Rp25 juta diserahkan kepada keluarga penumpang saat pihak Lion menyerahkan jenazah penumpang kepada keluarganya.

"Uang kedukaan sudah diberikan ke keluarga dari jenazah penumpang yang sudah teridentifikasi dan kita langsung memberikan saat menyerahkan jenazah tersebut. Dan saat menyerahkan jenazah tersebut, Lion Air mendampingi segala proses kebutuhan yang diperlukan pihak keluarga hingga jenazah itu diterima oleh keluarga di tempat tujuan," ujarnya.

Adapun kelengkapan dokumen yang diperlukan untuk persyaratan pembayaran santunan asuransi adalah kartu tanda penduduk seluruh ahli waris, akta kelahiran seluruh ahli waris, akta kelahiran penumpang jika penumpang sudah menikah, akta perkawinan orang tua penumpang, akta perkawinan penumpang, kartu keluarga penumpang dan ahli waris, akta kematian penumpang serta surat keterangan ahli waris.

"Kelengkapan dokumen yang sah itu harus terverifikasi dulu kan, terus nanti pasti kami belum bisa menjelaskan kapan akan dicairkan, kapan akan dikirimkan. Yang penting saat ini kita sedang proses membantu keluarga untuk memberikan informasi data-data yang dibutuhkan untuk klaim asuransi," ujarnya.***

Bagikan: