Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Tak Cukup Bukti, Pengacara Rizieq Shihab Minta Hakim Menolak Praperadilan Sukmawati Soekarnoputri

IMAM Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin 23 Januari 2017 lalu.*
IMAM Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin 23 Januari 2017 lalu.*

BANDUNG, (PR).- Pengacara Imam Besar Front Pembela Islam Rizieq Shihab, M Ichwan Tuankotta, meminta hakim menolak permohonan praperadilan yang diajukan pelapor Sukmawati Soekarnoputri, perihal kasus dugaan penghinaan Pancasila.

"Kami meminta menolak permohonan pemohon praperadilan untuk seluruhnya," kata pengacara Rizieq Shihab, M. Ichwan Tuankotta, saat membacakan surat permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Kelas 1 A Bandung, Senin 15 Oktober 2018.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Ichwan menjelaskan bahwa surat perintah penghentian penyidikan (SP3) yang dikeluarkan Polda Jabar sudah sah karena tidak cukup bukti kuat dari pihak Sukmawati. Bahkan, dia menuding praperadilan yang diajukan Sukmawati terlalu mengada-ada dan penuh dengan unsur muatan politis.

Sementara itu, hakim tunggal Muhammad Darajad mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan sidang pada hari Selasa 16 Oktober 2018, dengan agenda mendengarkan jawaban dari pihak Polda Jabar.

"Sudah dibacakan, jadi tinggal jawabannya," kata Muhammad Darajad.

Rizieq dilaporkan Sukmawati ke Mabes Polri dengan tuduhan penghinaan terhadap Pancasila. Mabes Polri lalu melimpahkan kasus itu ke Polda Jabar pada November 2016.

Dasar pelaporan adalah video yang menayangkan ceramah Rizieq di hadapan anggota FPI di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada 2011 lalu.

Pihak Sukmawati mengajukan praperadilan menyusul SP3 kasus Rizieq yang dikeluarkan oleh Polda Jabar. Pada persidangan pertama, Senin 8 Oktober 2018 lalu, sidang gugatan praperadilan yang dilayangkan tim Sukmawati harus tertunda sebab pihak termohon, Polda Jabar, tidak hadir dalam persidangan tersebut.

"Sidang dilanjutkan pekan depan menunggu kehadiran termohon (Polda Jabar)," ujar hakim Muhammad Drajad, Senin 8 Oktober 2018.

Saat itu, anggota Tim Pembela Pancasila, Teddi Ardiansyah, mengatakan pihaknya mengajukan SP3 karena kasus tersebut harusnya dilanjutkan ke persidangan.

"Alasan penyidik Polda Jabar mengeluarkan SP3 karena tidak cukup bukti. Padahal, dari saksi-saksi yang kami hadirkan selama pemeriksaan termasuk saksi ahli, sudah memenuhi dua alat bukti," ucap Teddi Ardiansyah usai persidangan.

Berdasarkan Pasal 184 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), ‎dua alat bukti harus dikantongi untuk menetapkan tersangka. Alat bukti tersebut yakni keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa.

"Dua alat bukti itu sudah terpenuhi, ketika dikatakan tidak cukup bukti jadi pertanyaan buat kami. Itu kenapa kami ajukan praperadilan," katanya.(Fani Ferdiansyah) ***

 

Bagikan: