Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28.7 ° C

Mendagri Pastikan Gempa-Tsunami Sulteng Tak Mengganggu Pemilu 2019

SEORANG warga menatap puing-puing gempa-tsunami Palu, Minggu, 7 Oktober 2018.*
SEORANG warga menatap puing-puing gempa-tsunami Palu, Minggu, 7 Oktober 2018.*

PALEMBANG, (PR).- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo memastikan bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, tidak akan mengganggu pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Presiden di April 2019 mendatang. Ia menambahkan, KPU saat ini tinggal mendata ulang jumlah pemilih sebelumnya, dan berapa yang meninggal akibat gempa dan tsunami.

"Itu tidak terlalu sulit karena KPU sekarang ini sudah canggih," kata Tjahjo Kumolo, seperti ditulis Kantor Berita Antara, Kamis 11 Oktober 2018.

Selain mendata jumlah korban meninggal yang telah berhak memilih, KPU juga mendata ada berapa perubahan dari remaja hingga dapat memilih atau berdasarkan umur. Oleh karena itu, ia menilai KPU akan memanfaatkan semaksimal mungkin waktu yang ada sekarang ini untuk melaksanakan pendataan.

Terkait infrastruktur yang banyak mengalami kerusakan, Mendagri mengatakan, “Itu bisa dicarikan jalan keluarnya dalam pemilihan nanti”.

Saat ditanya mengenai kampanye di sekolah dan pondok pesantren, dia mengatakan, itu memang dilarang karena ada undang-undang yang mengatur hal tersebut.

“Bila sosialisasi, tidak menjadi masalah asal didampingi KPU,” ujar dia.

Begitu juga bupati dan gubernur boleh menjadi juru kampanye asal izin terlebih dahulu termasuk tidak boleh menggunakan aset dan fasilitas negara.

“Jadi, semua perangkat negara seperti bupati, wali kota, gubernur termasuk mendagri harus izin bila kampanye,” ucapnya.

Menghormati keputusan rakyat



Sementara itu di tempat terpisah, Calon Presiden nomor urut dua, Prabowo Subianto, menegaskan pihaknya menghormati dan mematuhi apapun keputusan rakyat dalam Pilpres 2019.

"Yang terbaik menjadi keputusan rakyat harus kita hormati dan kita patuhi. Itulah budaya yang harus kita hormati," kata Prabowo saat menjadi pembicara dalam Rapat Kerja Nasional Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur, seperti dilansir Antara Kamis 11 Oktober 2018.

Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan, menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah. Terlebih, untuk menjadi pemimpin bangsa yang besar seperti bangsa Indonesia.

"Jadi pemimpin itu amanah yang berat, itu beban," ucap Ketua Umum Partai Gerindra ini di hadapan ribuan peserta Rakernas LDII.

Dalam kesempatan itu pula, ia menegaskan kedatangan dirinya ke Rakernas LDII tidak untuk meminta dukungan di Pilpres 2019.

"Saya menghormati LDII, saya tidak akan datang minta dukungan dari saudara-saudara. Itu hak saudara-saudara. Saya ingin saudara ambil keputusan sendiri. Kalau saya datang minta dukungan, tidak enak, ditolak enggak enak, ya sudah," kata Prabowo. (Fani Ferdiansyah)***

Bagikan: