Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Cerah berawan, 29.2 ° C

Variasi Sate dan Nasi Goreng Capai 356 Ragam

Mukhijab

YOGYAKARTA, (PR).- Kuliner sate dan nasi goreng di Indonesia memiliki ragam yang sangat bervariasi. Terdapat sedikitnya 252 ragam sate dan 104 ragam nasi goreng.

Pakar kuliner Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Murdijati Gardjito menyatakan, sate paling unik yang pernah ditemukan adalah sate Aceh. Meskipun masyarakat setempat menyebut sebagai sate, dia meragukan untuk menggolongkan sebagai bagian kuliner sate karena proses masaknya direbus, bukan dibakar.

Hal tersebut diutarakannya dalam diskusi "Mengupas Tuntas Strategi Nasi Goreng dan Sate" di sela Festival Kuliner Nasi Goreng dan Sate di Graha Sabha Pramana UGM, Selasa, 9 Oktober 2018

Dia menjelaskan, 252 ragam sate terdiri dari 175 ragam sate yang diketahui sejarah atau asal muasalnya, sementara 77 ragam sate lainnya masih gelap latar belakangnya.

Dari 175 ragam sate yang jelas identitasnya, terdapat hampir di seluruh kota di Indonesia, kecuali Lampung dan Mandar yang tiak mengenal sate dalam kancah kuliner maupun kehidupan warganya.

Dari sekian penelitiannya, dia menyebut kota-kota di Jawa dan Bali paling kaya variasi jenis satenya. Misalnya, sate di Kota Gudeg Yogyakarta mencapai 21 ragam, Semarang 12 ragam , Bali dan Pekalongan masing-masing 11 ragam.

Adapun bahan baku daging sapi paling banyak digunakan (48,05 persen). Disusul kemudian oleh  daging ayam (37,66 persen), dan daging kambing (20,77persen).

Kemudian kuah paling populer adalah kacang tanah (11.51 persen), bawang merah (10,32 persen), bawang putih (9,52 persen) dan kecap manis (8,73persen).

Sedang pelengkap kecap manis (3,17persen), bawang merah iris (2,77 persen), cabai rawit merah (2,38 persen), tomat (2,38

persen), dan bawang goreng (2,38 persen).

Nasi goreng



Adapun untuk nasi goreng terdapat 104 ragam di tanah air. Menurut peneliti Pusat Studi Pangan dan Gizi, 36 di antaranya adalah nasi goreng yang jelas latar belakang sejarahnya. Sementara 59 raga nasi goreng lainnya masih perlu pendalaman sejarah.

Dari sejarah nasi goreng, dia memperkirakan 50 persen jenis ragam disebarkan dari kota-kota di Jawa dan Sumatera. Ragam nasi goreng paling banyak ada di Jawa Barat, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surakarta, dan kawan di Jawa Timur bagian utara dan selatan.***

Bagikan: