Pikiran Rakyat
USD Jual 14.370,00 Beli 14.070,00 | Umumnya cerah, 21.9 ° C

Berselang 3 Hari, Jokowi Kembali Ke Palu Tinjau Penanganan Bencana

Muhammad Ashari
PRESIDEN Joko Widodo beserta rombongan meninjau wilayah yang terdampak bencana gempa di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu 3 Oktober 2018.*
PRESIDEN Joko Widodo beserta rombongan meninjau wilayah yang terdampak bencana gempa di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu 3 Oktober 2018.*

PALU, (PR).- Presiden Joko Widodo kembali ke Palu untuk memeriksa penanganan tanggap darurat, Rabu 3 Oktober 2018. Kunjungan itu berselang 3 hari dari kunjungan pertamanya pada Minggu 30 September 2018 lalu.

Jokowi tiba di Palu, Sulawesi Tengah sekira pukul 10.15 WITA. Setibanya di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Jokowi langsung mengunjungi korban gempa dan tsunami yang mengungsi sekaligus dirawat di rumah sakit darurat yang berada di bandara itu.

Biro Pers Setpres melaporkan, sekira 23 pasien ditemui dan disapa Jokowi satu per satu. Mereka kemudian menyampaikan keluhan-keluhannya kepada Jokowi. Pasien-pasien tersebut berada di rumah sakit darurat Bandara Mutiara Sis Al-Jufri untuk diterbangkan ke Makassar dan Manado guna mendapat perawatan lebih intensif.

Setelah dari bandara, presiden dan rombongan langsung bergerak ke Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan. Di sana, ia meninjau lokasi reruntuhan desa dan penanganan para korban terdampak bencana di Sulawesi Selatan. Jokowi juga menerima sejumlah laporan yang berkaitan dengan upaya pemulihan aktivitas dan sarana umum yang ada di sana.

"Ini saya ke lapangan lagi untuk melihat kondisi riil setelah saya perintahkan 4 hari yang lalu, baik yang berkaitan dengan evakuasi, listrik, BBM, logistik, dan terutama penanganan-penanganan yang luka," kata Jokowi.

Menurut dia, proses evakuasi, pembersihan, dan pencarian korban di lokasi telah berjalan sesuai dengan rencana. Sejumlah alat berat tambahan juga sudah dioperasikan untuk mendukung percepatan penanganan itu.

"Saya lihat semuanya berjalan dengan baik. Evakuasi alat-alat berat sudah masuk semua. Di sini sudah, di Balaroa sudah, dan di tempat lain sudah mulai pembersihan-pembersihan dan pencarian korban sudah mulai dilakukan," ujarnya.

Sepanjang perjalanan menuju ke lokasi peninjauan, Jokowi juga melihat sejumlah tim dari PLN yang dilaporkan terdiri atas 500 orang sudah mulai melakukan perbaikan jaringan listrik yang sempat lumpuh usai gempa.

"Saya tadi dapat laporan 40 persen listrik sudah menyala meski itu bukan dari gardu, tapi dari genset-genset sedang maupun kecil yang sudah sampai ke sini," ucapnya.

Sementara yang berkaitan dengan kebutuhan lainnya seperti bahan bakar minyak (BBM) dan logistik, ia mengatakan, saat ini kebutuhan tersebut sudah mulai didistribusikan ke sejumlah lokasi terdampak gempa. Khusus untuk BBM, Presiden melihat pasokan sudah berangsur normal.

"Logistik sudah mulai masuk dan menyebar. Memang ada tempat-tempat yang belum terjangkau, ini masih dalam proses hari ini. Tadi juga baru saja saya perintahkan, misalnya di Kabupaten Sigi tadi ada 4 kecamatan yang masih memerlukan logistik. Ini akan kita perintahkan untuk diantar ke sana," tuturnya.

Jokowi mengharapkan, penanganan korban dan wilayah terdampak gempa dapat segera selesai. Pasalnya, bila sudah selesai, pemerintah akan berupaya menghidupkan aktivitas perekonomian warga yang terhenti setelah bencana.

"Kita ingin menghidupkan titik-titik ekonomi baik pasar dan toko-toko dan mengimbau mereka (warga) untuk buka kembali sehingga aktivitas ekonomi menjadi bergerak. Kita berharap proses ini segera selesai untuk masuk ke tahapan berikut, yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi," katanya.***

Bagikan: