Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 19.9 ° C

Helikopter Terbang Malam Jangan Abaikan Keselamatan

Satrio Widianto
PETUGAS Helicity memandu konsumen yang akan terbang menggunakan helikopter miliki PT. WhiteSky Aviation, Jakarta, akhir pekan lalu. Helicity menjadi moda transportasi baru bagi warga Jakarta yang ingin terbang ke Bandung tanpa harus menghadapi kemacetan.*
PETUGAS Helicity memandu konsumen yang akan terbang menggunakan helikopter miliki PT. WhiteSky Aviation, Jakarta, akhir pekan lalu. Helicity menjadi moda transportasi baru bagi warga Jakarta yang ingin terbang ke Bandung tanpa harus menghadapi kemacetan.*

JAKARTA, (PR).- Kemacetan lalu lintas yang terus meningkat di sejumlah kota besar, membuka peluang bagi helikopter sebagai moda transportasi untuk dioperasikan pada malam hari. Jika dioperasikan, Kementerian Perhubungan memberi syarat agar hal itu tetap mengutamakan keselamatan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengakui, helikopter dewasa ini menjadi salah satu transportasi alternatif tidak hanya untuk menjangkau daerah-daerah terpencil tapi juga saat ini menjadi solusi transportasi pilihan di kota-kota besar yang rentan dengan kemacetan. 

Menurut Menhub, pihaknya akan menyiapkan regulasi sesuai aturan penerbangan internasional dengan lebih meningkatkan aspek keselamatan dari operasional helikopter. Dengan begitu, helikopter tidak hanya dapat beroperasi pada siang hari tetapi juga dapat pada malam hari. 

“Kita akan lakukan itu dan diikuti dengan beberapa upaya-upaya yang kita akan tingkatkan, katakan di perkotaan kita akan membuat persiapan lebih baik, baik itu lintasan (jalur penerbangan) yang akan kita buat agar lebih selamat memang bisa diandalkan juga kita akan perpanjang untuk penerbangan malam supaya malam bisa beroperasi dengan konsekuensi kita akan menambah equipment (peralatan pendukung),” kata Menhub seusai membuka Rotary Wing Indonesia Conference 2018, di Jakarta 26 September 2018. 

Menhub mengatakan, selain akan segera menyusun aturan, ia juga menyebut diperlukan alat navigasi khusus di helikopter agar dapat melakukan penerbangan malam hari. Selain mendorong helikopter dapat menjadi transportasi pilihan di kota besar seperti Jakarta, ia juga berharap ke depan helikopter nantinya dapat menjadi alternatif transportasi di kota-kota lain di Indonesia. 

“Yang paling penting dulu memang Jakarta, karena memang Jakarta lalu lintasnya ini luar biasa. Jaraknya cukup jauh, ini akan kita prioritaskan Jakarta menjadi suatu model kalau Jakarta sudah selesai dengan suatu cara yang baik, governance, dan berkeselamatan, baru kita ke kota-kota yang lain,” lanjut Menhub. 

Menhub juga mendorong helikopter bisa melayani penerbangan antar kota di Pulau Jawa, Kalimantan, maupun Papua. Ia menyebut saat ini sudah terdapat beberapa rute yang akan diuji coba. Untuk itu Menhub akan memastikan aspek keselamatan dari rute helikopeter ini.  

“Ya kan pasti ini Pak Denon (CEO Whitesky Aviation) yang mengetahui rutenya nanti kita evaluasi rute yang diusulkan dan memastikan memberikan jaminan keselamatan. Salah satunya (rute helikopter) ke Cengkareng,” ujar Menhub. 

Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Nasional Indonesia (LPPNI) atau Airnav Indonesia Novie Riyanto membenarkan bahwa nanti akan diatur lebih lanjut aturan tentang operasional penerbangan helikopter di wilayah perkotaan. 

“Operasional, sertifikasinya bagaimana, rutenya bagaimana, ketentuan terbangnya seperti apa, misalnya ada suatu kejadian cuaca buruk harus seperti apa, ini nanti kita atur secara tegas ya,” ujar Novie. 

Novie mengaku saat ini sudah ada aturan yang mengatur tentang operasional helikopter akan tetapi perlu ada penyesuaian dengan kondisi saat ini. Terkait peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dan rute terbang helikopter pihaknya mengaku telah siap untuk melayani penerbangan helikopter. Novie menyebut kesiapannya telah mencapai 100%.***

Bagikan: