Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan petir singkat, 21.4 ° C

300 Purnawirawan Jendral Dukung Prabowo-Sandiaga

Ari Nursanti
PASANGAN calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) melakukan salam komando di atas podium usai pendaftaran di Kantor KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Pasangan Prabowo-Sandiaga secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.*
PASANGAN calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) melakukan salam komando di atas podium usai pendaftaran di Kantor KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Pasangan Prabowo-Sandiaga secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.*

JAKARTA, (PR).- Sebanyak 300 purnawirawan jenderal memberikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil nomor urut dua, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, dalam Pemilihan Presiden 2019.

Hal itu disampaikan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Purn Imam Sufaat di sela-sela acara "Ngobrol Bareng 300 Jenderal dan Para Intelektual" di Jakarta Pusat, Sabtu 22 September 2018.

Imam yang mewakili 300 purnawirawan jenderal, marsekal dan laksamana TNI itu menyebutkan, dukungan yang diberikan itu berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi bangsa, terutama situasi ekonomi yang mendekati masa kritis. "Kita ingin Indonesia yang sejahtera, penegakan hukum dan kedaulatan kita di segala bidang dapat tercapai," katanya.

Imam melihat Prabowo memiliki integritas yang tinggi dan mampu memimpin bangsa ini ke depannya dengan lebih baik. "Kebetulan kakak ipar dan menantu saya merupakan prajurit Kopassus. Saat Pak Prabowo menjabat sebagai Danjen Kopassus kita tahu kiprah Beliau bagaimana membina satuannya, memperjuangkan anak buahnya untuk mencapai prestasi yang membanggakan bagi bangsa ini. Sudah kelihatan integritas dan leadership Prabowo untuk dapat memimpin bangsa ini tanpa membedakan suku dan agama," kata Imam seperti dikutip dari Kantor Berita Antara.

Ia menegaskan, tidak ada yang ditawarkan oleh Prabowo Subianto kepada ratusan purnawirawan jenderal TNI. "Ini murni panggilan jiwa kita untuk bangsa dan negara ini. Saya tidak ingin jabatan karena saya sudah purna. Tapi ini merupakan keikhlasan bagi kemajuan bangsa yang saat ini terjadi penurunan di segala bidang mulai dari Presiden SBY hingga pemerintahan saat ini, baik sistem hukum tata negaranya, penegakkan hukumnya, ekonominya maupun sosial dan budayanya," katanya.

Tidak menduga



Sementara itu, Prabowo Subianto mengaku tidak menduga adanya pernyataan sikap yang disampaikan 300 jenderal. "Saya tidak berharap mendapatkan dukungan karena saya ingin menghargai kebebasan saudara. Namun dengan adanya pernyataan sikap ini, saya menerimanya sebagai suatu penugasan yang sangat besar karena banyak senior, mentor saya yang selama ini menggembleng saya untuk mendukung saya maju di pilpres," kata Prabowo.

Dukungan yang diberikan 300 purnawirawan jenderal itu merupakan kehormatan yang sangat besar. "Saya bertekad akan memberikan apa yang ada dalam diri saya, seluruh pikiran demi kembalinya kedaulatan negara kita," katanya.

Nampak hadir, Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri.

Selain itu, mantan Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal (Purn) TNI Imam Sufaat, mantan Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal (Purn) TNI Agustadi Sasongko Purnomo, mantan KSAD Jenderal (Purn) TNI George Toisutta dan lainnya.***

Bagikan: