Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Sebagian berawan, 20.4 ° C

Koalisi Prabowo dan Sandiaga Bentuk Jubir Khusus Emak-Emak

Ari Nursanti
PASANGAN calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) melakukan salam komando di atas podium usai pendaftaran di Kantor KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Pasangan Prabowo-Sandiaga secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.*
PASANGAN calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) melakukan salam komando di atas podium usai pendaftaran di Kantor KPU, Jakarta, Jumat, 10 Agustus 2018. Pasangan Prabowo-Sandiaga secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.*

JAKARTA, (PR).- Koalisi partai politik pengusung pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno membentuk tim juru bicara khusus yang bersentuhan dengan kalangan emak-emak atau kaum perempuan.

"Tadi dibicarakan salah satunya menguatkan jubir (juru bicara -red) bagi emak-emak yang akan berkeliling ke seluruh Indonesia," kata Sekretaris Jenderal PAN Edy Soeparno di Jalan Daks I No. 10 Jakarta, Selasa 4 Agustus 2018.

Ia mengatakan bahwa jubir emak-emak akan berkeliling Indonesia untuk melihat kondisi yang menjadi sorotan di tengah masyarakat khususnya kaum perempuan dan menyosialisasikan program-program Prabowo dan Sandiaga 5 tahun ke depan.

Ketua Bidang Advokasi Perempuan DPP Partai Gerindra Rahayu Saraswati mengatakan bahwa makna emak-emak tidak dalam konotasi perempuan tua dan memiliki anak, tetapi juga perempuan muda dan lansia.



Suarakan keprihatinan perempuan



Menurut dia, jubir emak-emak akan menyuarakan keprihatinan perempuan, dan akan memberikan masukan pada tim internal Prabowo dan Sandiaga untuk mengutamakan berperspektif gender dan kelompok rentan.

"Kami juga akan bicara ke internal bahwa kebijakan yang diambil berperspektif gender dan kelompok rentan serta memastikan suara perempuan didengar," ujarnya seperti dilaporkan Kantor Berita Antara.

Ketua DPP PKS Ledia Hanifa mengatakan bahwa jubir emak-emak tidak hanya dari kalangan parpol, tetapi juga melibatkan tokoh masyarakat yang setuju dengan perubahan bagi Indonesia.

Bagikan: