Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 22.6 ° C

Tim Jelajah Sepeda Nusantara Siap Melaju Kembali 9 September 2018

Gita Pratiwi (error)
ROMBONGAN Tim Jelajah Sepeda Nusantara 2018 melintasi Tugu Khatulistiwa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 3 Agustus 2018. Jelajah Sepeda Nusantara 2018 yang diluncurkan Kemenpora pada Mei 2018 lalu untuk mempromosikan Asian Games 2018 dijadwalkan menjelajahi 70 kota/kabupaten di Jawa, Kalimantan, Sualwesi, dan Bali. Kegiatan itu menempuh jarak 6.700 kilometer dan akan berakhir di Bali pada November 2018.*
ROMBONGAN Tim Jelajah Sepeda Nusantara 2018 melintasi Tugu Khatulistiwa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat 3 Agustus 2018. Jelajah Sepeda Nusantara 2018 yang diluncurkan Kemenpora pada Mei 2018 lalu untuk mempromosikan Asian Games 2018 dijadwalkan menjelajahi 70 kota/kabupaten di Jawa, Kalimantan, Sualwesi, dan Bali. Kegiatan itu menempuh jarak 6.700 kilometer dan akan berakhir di Bali pada November 2018.*

BANDUNG, (PR).- Tim Jelajah Sepeda Nusantara beristirahat selama dua pekan terkait penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang. Jelajah Sepeda Nusantara akan melaju kembali untuk menuntaskan 7.000 kilometer rute perjalanan yang ditargetkan.

Hal itu disampaikan salah satu peserta Jelajah Sepeda Nusantara dari Jawa Barat, Mitya Fitriana. Ia ditemui di Etape Cafe Jalan Wastukancana Kota Bandung, Minggu 26 Agustus 2018 di sela acara coaching clinic WCC Bandung.

"Sebelumnya kami telah bersepeda 5.000 kilometer pada 2017. Dari Sabang dan finis di Magelang. Tahun ini, kita start di Entikong, perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat," kata Mitya kepada "PR".

Ia menjabarkan, dari Kalimantan paling barat, tim menyusuri borneo hingga Tarakan Kalimantan Utara. Pindah pulau ke Sulawesi, tim menjelajah Makassar hingga Manado, lalu beristirahat karena Asian Games 2018. Ketika kembali melaju nanti, tim akan menghabiskan rute Sulawesi, lanjut ke Jawa Tengah lalu finis di Bali. Rencananya di garis finis, akan berlangsung juga pencanangan Hari Bersepeda Nasional yang digagas pemerintah pada November.

Tak jauh berbeda dengan tahun lalu, jelajah sepeda nusantara kali ini pun membawa misi. Pada 2017, ada pengambilan air dan tanah setiap wilayah yang dilewati untuk pembangunan Monumen Tanah Air di Magelang. Misi tersebut sukses terlaksana pada Hari Olah Raga Nasional 2017.

"Tahun ini misinya tetap menggelorakan olah raga ke masyarakat Indonesia. Kita mampir untuk menyuarakan semangat berolah raga di sekolah-sekolah," kata Mitya. Ditambah juga, ujarnya, promosi Asian Games dan Asian Paralympic Games 2018 yang berlangsung di Indonesia.



Suka duka peserta jelajah sepeda nusantara 2018



Diberitakan, Kemenpora melepas para peserta Jelajah Sepeda Nusantara 27 Juni 2018 malam. Dikutip dari laman Sepedanusantara.id, tema Jelajah Sepeda Nusantara 2018 ini adalah Bangun Indonesia.

Kemenpora mengutus peserta jelajah untuk kampanye Ayo Olahraga adalah melalui sepeda. Sepeda dinilai efektif untuk guyub rukun, kompak, terciptanya kebersamaan dalam bingkai NKRI serta efisien karena tanpa BBM, terlebih dengan manfaat olah raga bagi tubuh. 

Lebih lanjut, Isnanta mengatakan bahwa melalui tim Jelajah Sepeda Nusantara 2018 ini harus lebih menggelorakan hebatnya Indonesia dalam hal pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia serta menyampaikan pesan-pesan moral Ayo Olahraga, sehingga semakin banyak orang mengagumi keindahan Indonesia, akan semakin kuat bangsa ini.

Dalam perjalanannya peserta berdiskusi bersama komunitas olah raga prestasi dan olah raga masyarakat, serta memberikan tips untuk mencapai kebugaran.

Kemudian saat melintasi destinasi wisata yang menjadi ikon dari suatu daerah, tim Sepeda Jelajah Nusantara ini akan mempromosikan dengan caranya sendiri yang ditujukan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Hal itu pun diamini Mitya. "Kita senang banget bisa melihat berbagai macam tari-tarian daerah. Karena setiap disambut misalnya oleh wali kota, bupati, kita juga menerima persembahan tarian, makanan daerah. Aku malah sangat berpikir seharusnya bukan aku saja yang melihat keberagaman itu. Karena itu bisa menumbuhkan rasa nasionalisme kita semua," katanya.

Sementara ia tidak memungkiri ada rasa kelelahan yang melanda masing-masing pesepeda. Terlebih karena ia dan tim harus menggenjot sepeda dengan rata-rata panjang rute 100 kilometer per hari. Dalam sepekan, tim pun biasanya hanya jeda satu hari, dan tidak bisa beristirahat penuh karena persiapan teknis etape berikutnya.

Adapun 15 personel dari tim Jelajah sepeda Nusantara 2018 di sektor putra antara lain Alfian Zulfajrin (Sulbar), Dede Supriatna (Jabar), Fito Bakdo Prilanji (Kalbar), Isnaeni Ikhsan QS (Jabar), Lioe Irwan (Jateng), Marta Mufreni (Jakarta) selaku Road Captain serta Sujadi (Jabar).

Selain Mitya, di sektor putri terdiri dari Darna (Sulsel), Gita Widya Yunika (Jatim), Henny Kurniasih (Lampung), Ni Made Dwi Puspasari (Bali), Nina Puspawardhani (Jateng), Susi Suryati (Jabar), serta Yuni Indah Lestari (Jatim).***

Bagikan: