Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 27.6 ° C

BPOM: Obat dan Makanan Untuk Korban Gempa NTB Aman dan Layak Konsumsi

Dhita Seftiawan
Korban gempa menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo di Posko Pengungsian Dusun Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, Pemenang, Lombok Utara, NTB, beberapa waktu lalu. Menurut data BNPB, korban gempa yang tercatat hingga Senin (13/8/2018) sejumlah 436 orang meninggal dunia dengan korban luka-luka sebanyak 1.353 orang, sementara jumlah pengungsi tercatat 352.793 orang.
Korban gempa menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo di Posko Pengungsian Dusun Karang Subagan, Desa Pemenang Barat, Pemenang, Lombok Utara, NTB, beberapa waktu lalu. Menurut data BNPB, korban gempa yang tercatat hingga Senin (13/8/2018) sejumlah 436 orang meninggal dunia dengan korban luka-luka sebanyak 1.353 orang, sementara jumlah pengungsi tercatat 352.793 orang.

JAKARTA, (PR).- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) Penny K. Lukito memastikan mutu obat dan makanan yang akan dikonsumsi korban gempa Nusa Tenggara Barat (NTB) aman dan layak digunakan. Penny berharap para petugas kesehatan dan relawan dapat ikut berpartisipasi aktif menjaga makanan yg akan dikonsumsi korban.

"Saya mengimbau kepada jajaran BBPOM di Mataram, meskipun terkena dampak gempa, namun tetap melaksanakan tugas dan fungsi perlindungan dengan baik , obat bagi para korban juga harus bermutu serta aman digunakan," kata Penny  dalam rilis yang diterima "PR" di Jakarta, Minggu, 19 Agustus 2018.

Penny meninjau posko korban gempa di  tenda-tenda pengungsi dan rumah sakit lapangan yang didirikan tepat di depan Kantor Bupati Lombok Utara.  Selain bertemu dengan pengungsi, ia juga berdialog dengan para petugas kesehatan terkait kebutuhan dan penyimpanan logistik obat dan makanan.

Pada kesempatan itu, BPOM turut memberikan bantuan secara simbolis yang merupakan hasil penggalangan dari seluruh jajaran BPOM yang dipimpin Penny. Total hasil penggalangan tersebut senilai Rp231.512.000 yang sebagian telah didistribusikan oleh tim relawan BPOM.

BPOM juga melakukan upaya penggalangan bantuan dari berbagai pihak seperti asosiasi pelaku usaha, industri serta akademisi untuk bersama-sama peduli dan membantu sesama. "Jajaran BPOM ikut merasakan penderitaan para korban, seluruh pihak termasuk kementerian/lembaga negara bersatu padu memulihkan kondisi Lombok agar seperti sedia kala," kata Penny.

Ia mengatakan, BPOM telah membentuk tim relawan yang  telah berada di Lombok sejak tanggal 11 Agustus 2018. Tim relawan BPOM telah mendistribusikan bantuan masyarakat berupa  bahan makanan, air minum, pakaian layak pakai, dan terpal ke beberapa titik posko pengungsian antara lain, Posko Dusun Busur Barat, Posko Dusun Kuripan, Desa Sigar Penjalin dan Desa-desa terpencil di daerah Lombok Barat. 

Dalam kunjungan tersebut, Penny beserta tim memastikan obat-obatan didistribusikan, disimpan dan diberikan dalam kondisi berkualitas baik untuk pasien yang membutuhkan. BPOM juga memberikan bantuan berupa lemari pendingin untuk penyimpanan obat, selimut, masker, terpal, tenda, popok bayi, dan sereal yang sangat dibutuhkan masyarakat.

"Tim relawan BPOM melaporkan barang-barang yang memang dibutuhkan, sesuai dengan himbauan kami untuk mendata agar bantuan tepat sasaran dan berguna," kata Penny.***

Bagikan: