Pikiran Rakyat
USD Jual 14.538,00 Beli 14.440,00 | Cerah berawan, 24.4 ° C

Ratu Kerajaan Ubur-ubur Bertaubat, Dampaknya Tak Langsung Terputus

Yusuf Wijanarko

SERANG, (PR).- Ratu Kerajaan Ubur-ubur, Aisyah Tusalamah Baiduri Intan yang dianggap menyebarkan ajaran sesat dan menyesatkan oleh MUI Kota Serang mengaku bersalah. Dia menyatakan bertaubat dan kembali ke ajaran Islam.

“Atas nama saya, Aisyah Tusalamah, kepada umat muslim, kepada seluruh ulama yang saya sayangi, yang saya cintai, saya mohon maaf karena saya telah melakukan kesalahan, Insya Allah saya akan bertaubat dan akan memperbaiki diri saya,” kata Aisyah di aula Mapolres Serang Kota, Jumat 17 Agustus 2018.

Dalam pengakuannya, Aisyah mengatakan tidak berniat menyebarkan ajarannya. Dia hanya mencurahkan perasaannya di media sosial Facebook yang kemudian tersebar dengan cepat. “Mungkin saya terlalu berlebihan mengkaji. Jadi, saya mohon maaf karena saya memang insomnia,” ucap Aisyah.

Aisyah menyatakan, dia terlalu berlebihan dalam mengkaji Alquran sehingga berbuah kesalahan. Bagi pengikut Kerajaan Ubur-ubur, Aisyah mengaku tidak pernah menjanjikan apapun supaya ajarannya diikuti. “Tidak, kalau janji tidak ada, tapi saya ingin Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika bersatu tanpa ada perbedaan karena semuanya berasal dari satu kaum, hanya itu,” ujarnya seperti diberitakan Kabar Banten.

Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat Rida Hesti R Salamah mengatakan, dengan pengakuan tobat Aisyah, kasus Kerajaan Ubur-ubur tersebut tidak selesai begitu saja. MUI masih harus menyelesaikan dampak yang ditimbulkannya.

“Taubatnya ibu Aisyah selaku pemimpin Kerajaan Ubur-ubur ini tidak serta merta menyelesaikan dampak masyarakat yang sudah terpapar,” katanya saat menyaksikan langsung proses pertaubatan Aisyah di Mapolres Serang Kota.

MUI, menurut dia, akan melakukan pembinaan dan rehabilitasi terhadap dampak ajaran Kerajaan Ubur-ubur, terutama terhadap pengikut yang menjadi korban dan lingkungan sekitar.

“MUI memiliki komisi dakwah dan pengembangan masyarakat, komisi dakwah akan menjadi leading sector untuk proses pembinaannya,” ujarnya.

5 poin pernyataan



Sementara itu, MUI Kota Serang menyampaikan lima poin pernyataannya terkait Kerajaan Ubur-ubur yang diperkenalkan Aisyah Tusalamah Baiduri Intan selaku Ratu Kerajaan dan Nursalim selaku Pejabat Kementerian Kepala Suku Kerajaan di antaranya:

1. Aisyah meyakini bahwa dia merupakan perwujudan Allah sanghiyang tunggal, memiliki makam dan petilasan di Kota Serang

2. Aiysah meyakini bahwa nabi Muhamad SAW adalah berjenis kelamin perempuan, asli lahir di Sumedang, Jawa Barat.

3. Aisyah dan pengikutnya meyakini bahwa beriman kepada yang aibsesuai Alquran surat Al Baqarah adalah beriman kepada Nyi Roro Kidul (Ibu Ratu Kidul)

4. Aisyah dan pengikutnya berkeyakinan bahwa kabah di Mekah bukan kiblat tempat salat, melainkan rumah nabi, tempat memuja saja

5. Aisyah dan pengikutnya meyakini bahwa Hajar Aswad disukai dan diciumi oleh orang Islam karena berbentuk kelamin perempuan

Hal-hal yang dinyatakan tersebut dinyatakan sesat dan menyesatkan sesuai pedoman MUI Pusat tentang 10 kriteria aliran sesat. Hal tersebut dapat dikenakan pasal Penistaan Agama. Oleh karena itu, Kerajaan Ubur-ubur harus dibubarkan dan diproses secara hukum.***

Bagikan: