Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 26.7 ° C

Pencak Silat di Asian Games 2018, Dorong Pengakuan sebagai Warisan Dunia

Siska Nirmala (error)
Atlet pelatnas pencak silat memperagakan jurus saat kunjungan Presiden Joko Widodo di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018 lalu. Presiden optimis atlet pencak silat akan memperoleh lebih dari dua medali emas pada ajang Asian Games 2018.*
Atlet pelatnas pencak silat memperagakan jurus saat kunjungan Presiden Joko Widodo di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin, 6 Agustus 2018 lalu. Presiden optimis atlet pencak silat akan memperoleh lebih dari dua medali emas pada ajang Asian Games 2018.*

JAKARTA, (PR).- Dipertandingkannya pencat silat di Asian Games 2018, dinilai dapat membantu pengakuannya sebagai warisan dunia. Hal tersebut diutarakan Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Hilmar Farid.

"Ini pertama kali pencak silat dipertandingkan di Asian Games. Ini dapat membantu pengakuan pencak silat sebagai warisan dunia," kata Hilmar, Sabtu, 18 Agustus 2018, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Dia mengatakan, cabang olahraga yang berasal dari kearifan lokal dan ekspresi seni budaya bangsa ini menjadi salah satu potensi meraih medali emas bagi kontingen Indonesia.

Hilmar mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya bersama The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sedang membahas pengajuan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda dunia untuk kemanusiaan.

Selama setahun terakhir, dossier (berkas dan dokumen) disusun dengan seksama oleh tim yang terdiri atas berbagai pemangku kepentingan.

"Pada intinya memperlihatkan apa nilai universal yang menonjol dari pencak silat, dan tentu, arti pentingnya bukan hanya dari segi olahraga saja, tetapi juga untuk kemanusiaan, perdamaian dan sebagainya. Mudah-mudahan bulan November kita tahu hasilnya seperti apa," kata Hilmar.

Menurut dia, pencak silat perlu diterapkan di sekolah-sekolah sebagai pendidikan karakter bagi siswa.

Kesempatan emas



Lebih lanjut dia mengatakan, Asian Games 2018 menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk menunjukan kemampuan Indonesia pada dunia.

"Entah berapa tahun lagi kita jadi tuan rumah lagi, jadi ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia itu mampu," kata Hilmar kepada Antara, usai konferensi pers Orkestra Orquesta de Camara de Siero (OCAS) Menggelar Konser Penutup Vinculos untuk Indonesia, Jakarta, Sabtu, 18 Agustus 2018.

Pada 1962, Indonesia mampu menyelenggarakan Asian Games dengan sukses secara teknis dan berhasil meraih posisi kedua dengan perolehan 11 medali emas, 12 perak dan 28 perunggu pada kompetisi olahraga itu. Maka pada Asian Games 2018 kali ini, Hilmar menuturkan, Indonesia harus menunjukkan prestasi yang lebih baik lagi dibandingkan pada 1962.

"Mestinya sekarang ini dengan segala kelebihan yang kita punya dibandingkan tahun 1962, kita harus lebih baik lagi," tuturnya.

Dia mengatakan, seluruh masyarakat Indonesia memberikan dukungan sepenuhnya bagi atlet-atlet yang berlaga di Asian Games ke-18 untuk meraih keberhasilan dalam rangka mengharumkan nama bangsa di mata dunia.

Asian Games 2018 diadakan pada 18 Agustus-2 September 2018 di Palembang, Sumatera Selatan dan Jakarta.

"Saya yakin dengan atlet-atlet kita yang sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari bahwa mereka akan menunjukkan kemampuannya seoptimal mungkin, sekuat mungkin dan Insyallah kalau misalnya semuanya baik, maka bisa mencapai prestasi seperti yang kita harapkan bersama," tuturnya.

Dia berharap, penyelenggaraan Asian Games ke-18 itu akan berlangsung dengan sukses dan menjadi kesempatan bagi Indonesia menoreh prestasi yang lebih banyak lagi.

Jumlah total atlet dari 45 negara yang mengikuti Asian Games 2018 adalah 11.478 atlet pada 40 cabang olahraga.***

Bagikan: