Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 29.5 ° C

Menteri Susi Pudjiastuti Ajak Lakukan Aksi Nasional Ini untuk Peringati HUT ke-73 RI

Ari Nursanti

JAKARTA, (PR).- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan berbagai pihak untuk dapat merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia dengan menjaga laut dan sumber daya yang terkandung di dalamnya.

"Saya ucapkan Dirgahayu ke-73 Republik Indonesia. Indonesia adalah negara besar, negara dengan lautan, salah satu yang terluas di dunia," kata Menteri Susi dalam akun media sosialnya yang dipantau di Jakarta, Jumat 17 Agustus 2018 pagi. Untuk itu, ujar Menteri Susi, sudah selayaknya maka seluruh kalangan rakyat di Nusantara untuk dapat bersama-sama menjaga lautan Indonesia yang sehat untuk masa depan bangsa.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengajak berbagai kalangan masyarakat untuk mengikuti aksi nasional sebagai wujud memperingati kemerdekaan RI "Menghadap ke Laut pada 73 Titik" pada tanggal 19 Agustus 2018 untuk melakukan bersih-bersih di kawasan perairan nasional. "Gerakan Pandu Laut Nusantara ingin mempersembahkan aksi nasional, yang sudah diidentifikasi ada sebanyak 73 titik, namun bukan berarti kawan-kawan lainnya tidak bisa melakukan di titik-titik lainnya," kata Menteri Susi dalam jumpa pers di Gedung Mina Bahari (GMB) IV, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta.

Menteri Susi memaparkan bahwa gerakan tersebut dilakukan dengan menghadap laut guna menunjukkan cita-cita dan menunjukkan kepedulian terhadap kawasan perairan dengan cara memungut sampah terutama plastik dan benda lainnya yang tidak bisa didaur ulang oleh alam. Menteri Kelautan dan Perikanan menuturkan bahwa aksi tersebut adalah juga untuk memperingatkan berbagai pihak mengenai bahayanya sampah plastik di lautan, dan Indonesia juga telah berkomitmen untuk mengurangi sebesar 70 persen sampah plastik di lautan pada tahun 2025.

"Saya mengimbau kepada semua bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, anak-anak muda Indonesia yang menginginkan Indonesia menuju poros maritim dunia dan menjadikan laut masa depan bangsa bersama-sama Pandu Laut menghadap ke laut pada 19 Agustus 2018 jam 15.00 WIB di 73 titik dan di titik-titik lainnya seperti di sungai boleh, di danau pun juga boleh," tuturnya seperti dikutip dari Kantor Berita Antara. Susi mengungkapkan, dirinya pada tanggal tersebut dijadwalkan akan berada di Bitung (Sulawesi Utara) dalam rangka penenggelaman kapal illegal fishing di berbagai wilayah perairan nasional, dan beberapa di antaranya ada di Bitung.

Sampah plastik



Sementara itu, Direktur Gerakan Indonesia Diet Kantung Plastik, Tiza Mafira, mengingatkan bahwa masa depan bangsa sedang terancam antara lain dengan adanya 150 juta ton sampah plastik di lautan dan bahaya plastik banyak sekali mulai dari hulu hingga ke hilir. "Kebanyakan sampah plastik adalah plastik sekali pakai, yang baru akan terurai setelah ratusan tahun tetapi dipakai untuk hal-hal yang sifatnya sekali pakai langsung buang," kata Tiza Mafira.

Menurut dia, produksi kantung plastik di Indonesia adalah sekitar 366 ribu ton per tahun, dan dari jumlah tersebut, sampah palstik yang terbuang ke lingkungan karena tidak terkelola dengan baik adalah sebanyak 85 ribu ton. Ia juga mengingatkan bahwa hanya sekitar dua persen dari sampah plastik di seluruh dunia yang dapat didaur ulang secara efektif, dan menurut World Economic Forum (WEF) pada tahun 2050 akan lebih banyak sampah plastik dibandingkan dengan ikan di lautan.***

Bagikan: