Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 28.6 ° C

Uji Coba Rujukan BPJS Online, Pangkas Antrean hingga Pantau Ruang ICU Kosong

Dhita Seftiawan

JAKARTA, (PR).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyediakan fasilitas daring untuk melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Pemegang kartu JKN-KIS tak perlu datang ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) maupun Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk sekadar mengetahui ketersediaan layanan yang dibutuhkan. Rujukan BPJS online bisa memangkas antrean hingga memantau ruangan ICU kosong.

Dengan digitalisasi layanan rujukan daring, di antaranya pasien bisa mengetahui ruangan kelas rawat inap dan ICU yang kosong. Dengan demikian, pesera JKN-KIS tak lagi menumpuk menunggu antrian di rumah sakit atau puskesmas dan klinik mitra untuk sekadar mendapat layanan fasilitas tersebut.

“Sistem rujukan daring sebetulnya sudah dipersiapkan sejak lama. Namun implementasinya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur masing-masing fasilitas kesehatan. Untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat di era digital kini, fasilitas kesehatan harus beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi rujukan daring,” ucap Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaefuddin dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa 15 Agustus 2018.

Menurut Arief, sistem rujukan daring merupakan digitalisasi proses rujukan berjenjang untuk kemudahan dan kepastian peserta dalam memperoleh layanan di rumah sakit disesuaikan dengan kompetensi. Pasien bisa menyesuaikan jarak dan kapasitas rumah sakit tujuan rujukan berdasarkan kebutuhan. Sistem ini diwajibkan bagi semua FKTP yang sudah terhubung jaringan komunikasi internet mulai 21 Juni 2018 lalu.

Ia menjelaskan, prosedur rujukan BPJS sama dengan rujukan manual. Kendati demikian, ada sejumlah keunggulan yang tidak dimiliki rujukan manual, di antaranya paperless. Sistem ini resmi akan diuji cobakan di 20.906 fasilitas kesehatan pada tanggal 15 Agustus 2018.

 

“Nilai plusnya, rujukan daring bersifat real time dari FKTP ke FKRTL, serta menggunakan digital documentation. Data dari P-Care di FKTP langsung terkoneksi ke FKRTL sehingga memudahkan analisis data calon pasien. Selain itu, juga untuk meminimalisir kemungkinan kendala yang terjadi akibat pasien lupa membawa surat rujukan," kata Arief.

Ia menyatakan, dengan sistem rujukan online BPJS Kesehatan, pasien cukup menunjukkan kartu JKN-KIS untuk bisa dilayani di FKTP dan FKRTL tempatnya dirujuk. Pasalnya, data peserta sudah tercatat di database antar fasilitas kesehatan. Dengan demikian, pelayanan peserta JKN-KIS pun menjadi lebih cepat karena data tidak perlu diinput ulang pada saat pendaftaran, termasuk data diagnosa penyakit yang diderita peserta.

Rujukan dipastikan sesuai kebutuhan



Ia menuturkan, peserta JKN-KIS juga mendapat kepastian rujukan ke fasilitas kesehatan yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan medis peserta yang bersangkutan.

“Kami juga telah mensosialisasikan kepada petugas fasilitas kesehatan agar paham betul mekanisme rujukan daring ini sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada peserta JKN-KIS yang membutuhkan. Kami sedang berupaya agar dalam waktu dekat mekanisme rujukan daring ini dapat diterapkan dengan optimal di seluruh fasilitas kesehatan yang bermitra dengan BPJS Kesehatan,” kata Arief.

Sampai dengan 31 Juli 2018, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.367 FKTP. Dari angka tersebut, sebanyak 20.906 FKTP sudah terhubung jaringan komunikasi datanya dan bisa menerapkan sistem rujukan online BPJS Kesehatan. Arief optimistis jumlah fasilitas kesehatan yang mengaplikasikan rujukan BPJS online akan meningkat. ***

Bagikan: