Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Pemeriksaan Kesehatan, Prabowo Subianto Diminta Diet Turunkan Berat Badan oleh Dokter

Muhammad Irfan
PASANGAN bakal calon presiden dan calon wakil presiden Pilpres 2019 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) didampingi Kepala RSPAD Mayjen TNI Terawan Agus Putranto (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin 13 Agustus 2018. Pasangan Prabowo-Sandiaga menjalani tes kesehatan guna melengkapi syarat verifikasi KPU sebelum ditetapkan sebagai capres-cawapres.*
PASANGAN bakal calon presiden dan calon wakil presiden Pilpres 2019 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) didampingi Kepala RSPAD Mayjen TNI Terawan Agus Putranto (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan tes kesehatan di RSPAD, Jakarta, Senin 13 Agustus 2018. Pasangan Prabowo-Sandiaga menjalani tes kesehatan guna melengkapi syarat verifikasi KPU sebelum ditetapkan sebagai capres-cawapres.*

JAKARTA, (PR).- Pemeriksaan kesehatan Bakal Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di RSPAD Gatot Soebroto, Senin 13 Agustus 2018 berlangsung sekitar 10 jam. Prabowo keluar dari ruang pemeriksaan bersama wakilnya Sandiaga Uno dan sejumlah tim pemeriksa. Prabowo menyebut kalau dia perlu menurunkan berat badan sekitar lima kilogram.

“Tadi ditanya tinggi badan, berat badan, kata dokter, kok kurang serasi. Kurangi lima kilo lagi. Siap, kata saya,” ucap Prabowo di depan media yang menunggunya sejak pagi.

Prabowo menilai proses pemeriksaan yang dilakukan terhadap dirinya dan Sandiaga cukup ketat. Dokter pun melayani mereka dengan profesional dan fasilitas yang mumpuni.

“Saya diperiksa tanpa ampun, mereka berani-berani, tapi mereka melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Sangat ketat, tidak boleh pakai joki. Nasib saya sekarang terserah dokter-dokter ini,” kata Prabowo berkelakar yang ditimpali oleh tawa tim dokter dan media.

Sandiaga Uno yang mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019 pun mengamini pernyataan Prabowo. Menurut dia, fasilitas di RSPAD kelas dunia dengan dokter-dokter yang juga profesional. ”Tujuh jam pemeriksaan kesehatan, dua jam foto-fotonya,” ucap dia.

Setelah diperiksa, keduanya lalu mendapat surat keterangan melakukan pemeriksaan. Surat Prabowo diserahkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Prof. dr. Ilham Oetama Marsis, SpOG(K), sementara surat Sandiaga diserahkan oleh Dokter RSPAD Terawan Agus Putranto.

Pemeriksa harus spesialis dengan masa kerja di atas 15 tahun



Penilaian kesehatan yang dilakukan oleh pasangan bacapres-cawapres inj didasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang selanjutnya diatur dengan Peraturan KPU RI Nomor 22 tahun 2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Di dalam peraturan itu KPU RI berkoordinasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menyusun panduan teknis penilaian kemampuan rohani dan jasmani bakal calon presiden dan wakil presiden yang ditetapkan dengan keputusan KPU serta memperoleh rekomendasi rumah sakit pemerintah yang akan digunakan sebagai tempat pelaksanaan pemeriksaan kesehatan.

Menurut Prof. Marsis, pemeriksaan kesehatan merupakan tim gabungan antara IDI dan RSPAD Gatot Subroto. Tim terdiri dari dokter spesialis, dokter gigi spesialis dan tenaga kesehatan lain. Terdapat banyak persyaratan untuk dapat menjadi Tim pemeriksa, salah satunya adalah memiliki masa kerja 15 tahun atau lebih sebagai dokter spesialis, bukan anggota partai, bukan sebagai dokter pribadi bakal calon atau sebagai anggota dokter kepresidenan.

“Selain itu mereka juga harus mendapat surat tugas dari perhimpunan dokter spesialisnya. Seluruh tim terikat kepada Sumpah dan Kode etik sehingga wajib menjalankan pemeriksaan dengan profesional dan independen," kata Prof. Marsis.

Lama pemeriksaan sendiri memang berkisar  antara 9 sampai 12 jam dengan diselingi waktu istirahat. Oleh karenanya diperlukan kehati-hatian dan kesabaran dalam menjalankan pemeriksaan ini. Kesimpulan berupa calon mampu atau tidak mampu secara jasmani dan rohani, serta positif atau negatif penyalahgunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya. 

“Hasil pemeriksaan sendiri paling lambat harus disampaikan kepada KPU RI dua hari setelah pemeriksaan selesai dilakukan. Namun tim berkomitmen untuk sesegera mungkin menyerahkan kepada KPU setelah melalui rapat pleno tim. Diharapkan pemeriksaan dapat berjalan lancar dan hasilnya dapat segera disampaikan oleh Tim kepada KPU. Kewenangan menyampaikan hasil dan keputusan selanjutnya menjadi kewenangan KPU RI,” ucap dia.

Langsung konsolidasi



Selepas melakukan pemeriksaan, Prabowo Subianto juga disebut langsung melakukan konsolidasi dengan partai koalisi yakni Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat untuk menyusun tim pemenangan. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon yang juga hadir melihat proses pemeriksaan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Dua hari kemarin kan enggak diganggu untuk pemeriksaan ini. Setelah ini kami fokus membentuk tim pemenangan, bersilaturahmi dengan tokoh, organisasi,” kata Fadli.

Menurut dia sebelumnya tim kecil yang terdiri dari beberapa partai pengusung juga sudah menyusun nomenklatur mengenai susunan dan yang dibutuhkan dalam tim pemenangan nanti. “Sejauh ini kami belum menentukan siapa saja anggota tim pemenangan. Masih menunggu masukan sambil menyusun bagannya dulu,” ucapnya.

Fadli Zon pun menyebut pasangan yang diusungnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mengedepankan isu ekonomi untuk menghadapi petahana Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Menurut dia isu ini bisa menjadi senjata utama bagi pasangan yang diusungnya apalagi masalah ini yang dinilai paling berdampak langsung ke masyarakat.

"Isu sehari-hari yang dirasakan masyarakat, cari kerja susah, kerjaan diambil buruh asing, harga-harga yang membumbung tinggi, listrik naik, pajak naik, semua naik. Dan ini menimbulkan daya beli makin turun," kata Fadli.

Untuk membawa isu ini, Prabowo, kata Fadli Zon akan menggandeng para ekonom handal. Di antaranya akan ada nama Rizal Ramli. Menurutnya nama ini sepaham kan dengan pasangan yang dia usung.

“Selain itu masih ada tokoh ekonom lain yang saya kira punya pandangan yang sama dengan kami, yang cukup kritis. Yang melihat persoalan bukan semata-mata menjilat pemerintah dengan angka yang baik, sementara rakyat susah hidupnya," ucapnya.

Dia pun yakin Prabowo akan sanggup memberi solusi untuk isu-isu ekonomi ini. Apalagi, Prabowo berpasangan dengan Sandiaga Uno yang berpengalaman di bisnis. ***

Bagikan: