Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 32.4 ° C

Setelah UAS dan AHY, Kans Prabowo-Sandiaga Uno Kini Menguat di Bursa Pilpres 2019

Muhammad Irfan
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno beraktivitas di Balai Kota, Jakarta, Kamis 9 Agustus 2018. Sandiaga Uno masuk dalam bursa calon wakil presiden mendamping calon presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.*
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno beraktivitas di Balai Kota, Jakarta, Kamis 9 Agustus 2018. Sandiaga Uno masuk dalam bursa calon wakil presiden mendamping calon presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.*

JAKARTA, (PR).- Dua hari sudah Gerindra fokus menjajaki komposisi yang tepat untuk mencari sandingan ketua umumnya Prabowo Subianto dalam ajang Pemilihan Presiden 2019 nanti. Dari sejumlah nama yang sebelumnya muncul seperti Ahmad Heryawan, Salim Segaf (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), dan Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat). Publik lantas dikejutkan dengan kehadiran persandingan Prabowo-Sandiaga Uno

Meskipun belum final, nama Wakil Gubernur DKI Jakarta itu disebut sebagai cawapres Prabowo terkuat saat ini.

Kans besar Sandiaga Uno untuk mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019 terbuka setelah sejumlah elite Gerindra menyebut kalau Sandi adalah nama yang bisa diterima oleh semua partai koalisi. Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono mengatakan nama Sandi sebelumnya memang sudah diperbincangkan di internal tetapi baru muncul saat ini.

“Ya dia sudah mulai mengerucut, tapi ini kan ini baru mau. Ya hampir (Sandi),” kata Ferry ditemui di kediaman Prabowo Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis 9 Agustus 2018.

Di tempat yang sama, Waketum Gerindra Fadli Zon juga menyiratkan hal serupa terkait isu pasangan Prabowo Sandiaga. Meski tidak menyebut pembicaraan sudah mengerucut ke Sandi, dia tak menampik kalau nama Sandi menguat.

”Semua masih dalam proses, jadi kita tunggu finalnya seperti apa,” kata Fadli.

Fadli Zon pun memastikan kalau partainya akan tetap solid bersama PKS, PAN, dan Demokrat. Pokoknya, kata dia, Gerindra ingin ada empat partai politik yang bersama-sama untuk terus berkoalisi. “Ini yang kami jaga supaya formasi makin kuat karena makin banyak dukungan makin bagus,” ucap dia.

Fadli Zon tanggapi isu Sandiaga Uno rogoh kocek Rp 500 miliar



Dia optimistis hubungan dengan Demokrat akan tetap baik meskipun satu malam sebelumnya sempat gempar isu PAN dan PKS dibayar Rp 500 miliar oleh Sandiaga Uno, agar terus bersama Gerindra. Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun Twitter Wasekjen Demokrat, Andi Arief.

“Tadi kan sudah ketemu pak SBY dan disampaikan terkait perkembangan dan dinamika politik yang ada. Proses belum selesai sehingga tidak bisa disimpulkan atau tidak bisa disampaikan keputusan final sampai pada waktunya,” kata dia.

Fadli menambahkan, perlu formasi kuat untuk kebaikan negara, bukan cuma soal cawapres Prabowo. “Ini mau urus negara dengan 203 juta rakyat, enggak bisa diurus sendiri. Sehingga perlu formasi kuat dan kami dengar suara masyarakat dan tokoh ulama, pendeta, dan profesional. Ini proses bukan permainan elit politik dari parpol saja, tapi tampung aspirasi masyarakat,” katanya.

Sementara itu pada pukul 15.30 WIB, Waketum PAN, Hanafi Raies mendatangi kediaman Prabowo untuk bergabung dengan sejumlah elit Gerindra. Kepada wartawan, Hanafi menyebut partainya sudah melakukan Rakernas dan melabuhkan dukungan untuk Prabowo Subianto sebagai calon presiden.

“Sejumlah pimpinan sepakat mendukung pak Prabowo sebagai Capres dan Wakilnya Ustad Abdul Somad sesuai Ijtima Ulama,” kata Hanafi.

Meski mengusung wakil sendiri, Hanafi menyebut dalam kesepakatan PAN ada juga klausul yang menyatakan kalau keputusan yang menentukan bisa diambil oleh pimpinan PAN nanti. Dia pun mengakui kalau selama ini opsi di PAN hanya menyodorkan nama Zulkifli Hasan dan Abdul Somad sebagai Cawapres.

“Nama mas Sandi mulai masuk belakangan. Tapi kalau nanti ada nama lain seperti mas Sandi, itu adalah hak veto dari ketua umum kami,” ucap dia.

Hanafi juga mengaku partainya keberatan jika nanti bukan nama Zulkifli atau Abdul Somad yang dipilih. Menurutnya, selagi Prabowo-Sandiaga atau nama lain diterima oleh kebanyakan koalisi dan aspirasi masyarakat, pihaknya bisa menerima.

“Kita sudah mengusahakan yang terbaik dan mengajukan yang terbaik, tapi kalau memang belum digariskan ya tentu mana yang terbaik untuk partai koalisi dan masyarakat,” ucapnya.***

Bagikan: