Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 14.187,00 | Sedikit awan, 26.3 ° C

Inikah Sosok Berinisial M yang Jadi Cawapres Jokowi?

Muhammad Ashari

JAKARTA, (PR).- Kabar calon wakil presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 dengan inisial M beredar cukup kencang. Beredarnya kabar tersebut tentu menambah spekulasi mengenai sosok cawapres Jokowi.

Pasalnya, dari beberapa nama kandidat cawapres Jokowi yang berseliweran, ada beberapa kandidat yang namanya berawalan M. Sebut saja Mahfud MD, Muhammad Romahurmuziy, Moeldoko, Ma'aruf Amin, Muhaimin Iskandar, Muhammad Zainul Majdi.

Bahkan, bila ditarik lebih jauh, sosok Muhammad Rizieq Shihab pun sesungguhnya bisa masuk dalam spekulasi cawapres Jokowi berinisial M tersebut. 



Cawapres inisial M itu pertama kali disebutkan oleh Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy di sela-sela peresmian pembukaan pendidikan karakter ulama MUI Kabupaten Bogor Angkatan XII Tahun 2018 di Gedung Tegar Beriman Pemda Kabupaten Bogor, Rabu 8 Agustus 2018.  



Saat itu Romi ditanya kisi-kisi cawapres Jokowi oleh wartawan. Apakah ia berlatar belakang ulama atau politikus. Tanpa diduga, ia kemudian menjawab bahwa cawapres itu awalannya M. 



"Yang kedua, tidak keluar dari 10 nama yang telah saya sampaikan. Percayalah, tidak pernah keluar dari 10 nama yang sudah saya tegaskan. Hanya waktu itu kan banyak yang meragukan statement saya. percayalah statement Ketum PPP paling benar," katanya.



Adapun kesepuluh nama cawapres yang dibeberkan oleh Romi itu adalah Ma'ruf Amin, Din Syamsudin, Muhaimin Iskandar, Airlangga Hartarto, Mahfud MD, Moeldoko, Sri Mulyani, Susi Pudjiastuti dan Chairul Tanjung. 

Jokowi membenarkan sosok cawapres berinisial M



Presiden Joko Widodo ketika dikonfirmasi mengenai cawapres inisial M tersebut membenarkan. Namun ia enggan menjelaskan lebih jauh. Ia hanya mengatakan, pilihan mengenai cawapres telah diputuskan. "Sudah (diputuskan) dari dulu," tuturnya di sela-sela pelepasan kontingen Indonesia untuk Asian Games 2018 di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta.  



Saat ditanyakan mengenai waktu pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum, presiden pun memberikan jawaban yang tidak pasti. Menurutnya, pendaftaran ke KPU bisa dilakukan Kamis atau Jumat, hari terakhir pendaftaran capres-cawapres. 



"Belum tentu (daftar Jumat). Besok kan masih ada Kamis. Kan boleh daftar malam, pagi, siang juga boleh," tuturnya.***

Bagikan: