Pikiran Rakyat
USD Jual 14.048,00 Beli 14.146,00 | Cerah berawan, 31.2 ° C

H-2 Penutupan, Pendaftar Capres Masih Sepi

Muhammad Irfan
KETUA KPU Arief Budiman berjalan di dekat spanduk pendaftaran bakal pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu Tahun 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu, 4 Agustus 2018 lalu. KPU membuka pendaftaran bakal pasangan capres dan cawapres tersebut mulai 4 - 10 Agustus 2018.*
KETUA KPU Arief Budiman berjalan di dekat spanduk pendaftaran bakal pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Pemilu Tahun 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu, 4 Agustus 2018 lalu. KPU membuka pendaftaran bakal pasangan capres dan cawapres tersebut mulai 4 - 10 Agustus 2018.*

JAKARTA, (PR).- Penutupan pendaftaran calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tinggal dua hari lagi. Namun, sampai saat ini belum ada pihak yang melapor kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) hendak mendaftarkan kandidat yang diusungnya ke KPU. 

Seperti diketahui, sebelumnya KPU meminta para kandidat memberi informasi jika hendak mendaftar satu hari sebelum hari H.

Menurut Ketua KPU Arief Budiman, sampai Rabu, 8 Agustus 2018 sore, belum ada partai politik yang menginformasikan pendaftaran. Dia pun menilai kepastian ada atau tidaknya pasangan calon yang mendaftar capres-cawapres akan dilihat dari informasi yang masuk, Kamis, 9 Agustus 2018.

"Kalau besok ada yang konfirmasi, berarti daftar tanggal 10 (Agustus) kita tunggu saja," kata Arief di Kantor Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.

Arief tak menampik kalau KPU bisa saja memperpanjang masa pendaftaran jika hanya ada satu pasangan calon yang mendaftar hingga tanggal 10 Agustus 2018. Namun, dia mengingatkan kalau urusan capres merupakan sebagian kecil dari urusan negara yang harus segera selesai.

"Jadi kami mohon cawapres didaftarkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh KPU," kata dia.

Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi juga mengingatkan kepada partai politik agar tidak terlena dalam urusan negosiasi sehingga melupakan tenggat waktu pendaftaran. Menurut dia, sesuai PKPU, pihaknya bisa saja memperpanjang masa pendaftaran yakni dua kali tujuh hari jika hanya ada satu pasangan yang mendaftar.

Namun, tentunya agenda ini akan berkejaran dengan penetapan Daftar Calon Tetap yang dijadwalkan pada September.

"Penambahan pun tak langsung dua kali tujuh hari, tapi kami perpanjang dulu sekali, nanti kalau belum ada, tujuh hari yang kedua," kata dia.

Imbauan KPU untuk memberi informasi terlebih dahulu sebelum mendaftar disebut Pramono sudah diberi tahu kepada masing-masing pimpinan parpol. Selain itu, KPU juga meminta para paslon menyertakan jam berapa mereka akan datang.

"Nanti kalau ada partai lain yang ingin mendaftar di hari yang sama, kami harapkan datang dua jam sebelumnya atau setelahnya. Agar enggak ada gesekan," ucap dia.

KPU juga mempersilakan 170 perwakilan parpol untuk masuk ke Geudung KPU. Namun, hanya 50 orang yang akan dipersilakan masuk ke ruang pendaftaran, sementara 120 lainnya menunggu di bawah.

"Kalau mau membawa massa lebih, di luar 170 itu silakan di luar pagar dan berkoordinasi dengan pihak keamanan," kata dia.

Masih negosiasi



Sementara itu partai-partai masih bernegosiasi mengenai komposisi pasangan calon yang akan mereka usung. Meskipun sudah solid mengusung Joko Widodo misalnya, PDIP, Golkar, PPP, Nasdem, PKB, Hanura, Perindo, PSI, dan PKPI belum menyebut siapa nama wakil pendamping Jokowi nanti.

Adapun Gerindra, berencana mengumumkan nama wakil Prabowo Subianto yang mereka usung sebagai calon presiden, Kamis, 9 Agustus 2018, setelah mengerucutkan nama-nama yang ada pada Rabu, 8 Agustus 2018 malam. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani menyebut pembicaraan ini melibatkan tiga parpol lain yakni PKS, PAN, dan Demokrat.

"Sehingga malam ini (Rabu) sudah bisa diambil keputusan atau paling tidak besok pagi diumumkan pada masyarakat," ucap dia.***

Bagikan: