Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Pemerintah Akan Buat Sumur Bor untuk Pengungsi Gempa Lombok

Muhammad Ashari
SEJUMLAH anggota Basarnas berusaha mengevakuasi jenazah korban yang meninggal akibat tertimbun reruntuhan Masjid Jabal Nur yang rusak akibat gempa bumi di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa, 7 Agustus 2018. Berdasarkan data BNPB mencatat sedikitnya 98 korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi yang terjadi Minggu (5/8) dan kemungkinan masih akan bertambah.*
SEJUMLAH anggota Basarnas berusaha mengevakuasi jenazah korban yang meninggal akibat tertimbun reruntuhan Masjid Jabal Nur yang rusak akibat gempa bumi di Tanjung, Lombok Utara, NTB, Selasa, 7 Agustus 2018. Berdasarkan data BNPB mencatat sedikitnya 98 korban meninggal dunia akibat bencana gempa bumi yang terjadi Minggu (5/8) dan kemungkinan masih akan bertambah.*

JAKARTA, (PR).- Persoalan sanitasi, akses air bersih menjadi prioritas Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam menangani pengungsi akibat bencana gempa bumi di Lombok. Pengungsi tidak bisa dibiarkan lama-lama tanpa sanitasi dan air bersih. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kawasan Lombok Utara diidentifikasi memiliki sumber air tanah. Pihaknya akan membuat beberapa sumur bor supaya pengungsi bisa mengakses air bersih serta mendapatkan akses sanitasi. 

"Air juga sangat sulit, tapi kami mulai bor. Ada beberapa sumur bor yang kita manfaatkan. Kemudian sanitasi sudah mulai dikirim," katanya di Istana Kepresidenan, Selasa, 7 Agustus 2018.

Ia menambahkan, pengungsi perlu segera mendapatkan akses sanitasi dan air bersih. Secepatnya tiga hari setelah bencana, pengungsi harus segera mendapatkan akses sanitasi dan air bersih.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengharapkan bila akses sanitasi dan air bersih bisa segera didapatkan oleh warga.  Menurutnya, ada yang menyediakan sanitasi secara mobile. Namun untuk akses air bersih, pengungsi masih mengeluh. Menurutnya, hal ini perlu diperhatikan. Terutama dengan mempertimbangkan pengungsi yang jumlahnya akan meningkat. 

Ia menambahkan, aparatur kesehatan telah bergerak untuk menangani pengungsi. aparat-aparat dari lembaga krisis kesehatan pun dikatakannya sudah bergerak untuk membantu penanganan pengungsi. 

Selain itu, ia mengatakan, dokter spesialis ortopedi juga sudah ada yang ikut membantu penanganan pengungsi dan korban bencana gempa. "Karena kemungkinan patah tulang lebih banyak," tuturnya.***

Bagikan: