Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Hujan petir singkat, 22 ° C

Soal Capres dan Cawapres, Partai Politik Masih Saling Intip

Muhammad Ashari

JAKARTA, (PR).- Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, belum adanya capres dan cawapres yang didaftarkan terjadi karena masing-masing partai punya strategi. Menurut dia, saat ini semua partai masih saling intip sehingga mereka saling menunggu.

Dengan demikian, menurut dia, wajar kalau kemudian belum ada deklarasi mengenai capres-cawapres. "Masing-masing parpol tentunya punya strategi. Sekarang saling mengintip, siapa capres dan cawapresnya," ujar Tjahjo Kumolo di Jakarta, Minggu 5 Agustus 2018.

Terkait pemilu serentak 2019 yang akan menggabungkan pemilu legislatif dan pemilihan presiden dalam satu waktu, Tjahjo Kumolo berharap, perhelatan itu jadi momentum bagi rakyat untuk bisa merasakan pesta rakyat demokratis. Pemilu serentak 2019 harus menjadi pesta rakyat yang menggembirakan.

Dia mengatakan, pemilih dapat  menunaikan hak pilihnya dengan bebas tanpa intimidasi dan tekanan. Tjahjo Kumolo juga berharap, pemilih bisa menilai dengan cerdas dan rasional siapa yang akan dipilihnya baik calon anggota legislatif, calon senator, maupun calon presiden.

"Salurkanlah di TPS sesuai apa yang menjadi prinsip hati nurani, memahami reka  jejak baik itu calon DPRD, DPR, maupun calon presiden karena apapun, pemilu ini adalah dalam rangka untuk memperkuat sistem pemerintahan presidensial. Pilihlah yang amanah, memilih presiden dan wakil presiden yang amanah. Sama dengan memilih DPR dan DPRD, yang amanah," katanya.

Ia mengatakan, Kementerian Dalam Negeri berkomitmen mendukung penuh kerja penyelenggara pemilu baik KPU maupun Bawaslu.

Kementerian punya tugas memfasilitasi kelancaran tugas penyelenggara, misalnya dari sisi anggaran. Tidak hanya itu, pemerintah juga punya tanggung jawab memastikan stabilitas keamanan terjamin selama tahapan pemilu berlangsung. Polri dan TNI sudah siap mengamankan pesta demokrasi pada 2019 nanti.

"Kemendagri akan membantu penuh KPU karena KPU sebagai penyelenggara pileg dan pilpres. Pemerintah mem-back up baik secara anggaran, keamanan, apa yang diperlukan oleh KPU, Bawaslu termasuk memfasilitasi agar proses rekrutmen calon DPR, DPRD, maupun proses tahapan pendaftaran sampai kampanye, sampai pelantikan capres yang baru nanti sesuai dengan jadwal," katanya.

Tjahjo Kumolo optimistis pelantikan capres terpilih pada 20 Oktober 2019 bisa sesuai jadwal. Ia juga yakin KPU, Bawaslu, dan DKPP telah siap melaksanakan dan mengawal tahapan pemilu. " Saya kira KPU dan Bawaslu cukup siap," ujarnya.***

Bagikan: